Dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen serta produksi lokal, harga jual diharapkan bisa lebih kompetitif dan mampu bersaing dengan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) maupun mobil listrik berbasis baterai.
Perluas Jaringan HAKA Auto di 2026
Pada semester I 2026, HAKA Auto juga berencana meresmikan sejumlah diler baru untuk merek BYD maupun brand premiumnya, Denza.
BACA JUGA: Honda RoadSync PCX160 dan ADV 160, Fitur Mewah ala Rebel 1100
Ekspansi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan penjualan dan purna jual kendaraan elektrifikasi agar semakin dekat dengan konsumen.
Hariyadi menjelaskan perluasan jaringan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan yang lebih luas, responsif dan berkualitas seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik dan hybrid.
Dalam pelaksanaannya, ekspansi jaringan tersebut membutuhkan investasi besar serta proses pembangunan yang tidak singkat.
Untuk mengatasi kendala waktu, HAKA Auto mempertimbangkan pengambilalihan bangunan dengan infrastruktur yang sudah tersedia dibanding membangun dari lahan kosong.
Dia memaparkan bahwa pembangunan dari awal kerap terkendala proses perizinan yang bisa memakan waktu hingga lebih dari satu tahun.
Sementara jika memanfaatkan bangunan yang telah berdiri, proses renovasi bisa diselesaikan sekitar tiga bulan sebelum diler mulai beroperasi.
Dari sisi investasi, satu lokasi strategis diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp150 miliar.
Skema ini diterapkan untuk mempercepat operasional diler sehingga aktivitas penjualan dapat segera berjalan setelah peresmian.
BACA JUGA: Regenerative Braking Polytron Fox 350 Bikin Jarak Tempuh 130 Km Makin Efisien
Dengan strategi tersebut, HAKA Auto optimistis mampu memperkuat posisi BYD dan Denza di pasar otomotif nasional, sekaligus mendukung pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan di berbagai daerah Indonesia.