Setan Dibelenggu di Bulan Ramadhan, Tapi Masih Berbuat Dosa? Ini Penjelasan Ulama dan Maknanya!
Makna setan dibelenggu di bulan Ramadhan.-Istimewa -
RADARTASIK.COM - Bulan ramadhan penuh ampunan selalu datang membawa harapan besar, namun pertanyaannya sederhana dan menohok, sudahkah hati kita benar-benar bersih saat memasuki bulan suci ini.
Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan, melainkan momentum evaluasi diri yang jujur dan mendalam.
Sejak kecil kita diajarkan bahwa ketika Ramadhan tiba, setan-setan dibelenggu, pintu neraka ditutup, dan pintu surga dibuka sebagaimana hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah.
Hadis tersebut menegaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika Ramadhan datang, setan-setan dibelenggu, sehingga umat Islam memiliki peluang besar untuk memperbaiki diri.
Namun realitas di lapangan sering memunculkan tanda tanya karena masih ada kebohongan, amarah, dan pelanggaran yang terjadi saat puasa dijalankan.
Di sinilah penting memahami makna setan dibelenggu saat ramadhan agar kita tidak salah menangkap pesan spiritual yang terkandung di dalamnya.
BACA JUGA:Ramadhan Bulannya Al-Qur’an: Waktu Terbaik Memulai Perubahan Hidup Lewat Panduan Ayat-Ayat Ilahi
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari, menjelaskan bahwa yang dibelenggu adalah setan-setan yang paling kuat dan durhaka, sehingga pengaruhnya melemah tetapi tidak sepenuhnya hilang.
Sementara menurut Imam Al-Qurtubi, yang dimaksud adalah para pemimpin setan yang paling kuat pengaruhnya.
Sebagian ulama lain, menafsirkan bahwa pembelengguan itu bersifat kiasan, yakni melemahnya godaan karena umat Islam memperbanyak ibadah dan zikir.
Artinya, meskipun godaan berkurang, manusia tetap memiliki potensi melakukan kesalahan karena adanya hawa nafsu dalam diri.
Al-Qur’an dalam Surah Yusuf ayat 53 menegaskan:
"...sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku".
Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa pengendalian hawa nafsu dalam islam adalah kunci utama agar puasa tidak sekadar formalitas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: