Siapa Mojtaba Khamenei yang Terpilih Sebagai Pimpinan Tertinggi Iran Gantikan Ali Khamenei?

Siapa Mojtaba Khamenei yang Terpilih Sebagai Pimpinan Tertinggi Iran Gantikan Ali Khamenei?

Profil Mojtaba Khamenei yang ditetapkan sebagai Pimpinan Tertinggi Iran menggantikan Ali Khamenei.-LatestLY/Disway.id-

RADARTASIK.COM – Nama Mojtaba Khamenei menjadi perhatian internasional setelah Majelis Pakar Iran menetapkannya sebagai Pimpinan Tertinggi Iran yang baru.

Dia ditunjuk untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara beberapa hari sebelumnya.

Mojtaba merupakan putra kedua tertua Ali Khamenei. Selama ini ia dikenal sebagai figur yang tertutup dan jarang tampil di ruang publik.

Meski demikian, pengaruhnya di lingkaran kekuasaan Iran sudah lama menjadi bahan perbincangan, bahkan kerap disebut sebagai kandidat penerus sejak bertahun-tahun lalu.

BACA JUGA: Poco X8 Pro Max Segera Meluncur di Indonesia, Siap Tantang iQOO 15R di Kelas Flagship Killer

Profil Mojtaba Khamenei

Pemilik nama lengkap Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei ini lahir di Mashhad, Iran pada 8 September 1969. Dia berasal dari keluarga ulama yang memiliki pengaruh kuat dalam tradisi Syiah Dua Belas Imam.

Tumbuh sebagai anak dari pemimpin tertinggi kedua Iran, Mojtaba menjalani kehidupan yang dekat dengan dinamika politik dan keagamaan negara tersebut.

Walau tidak sering muncul di hadapan publik, ia disebut memiliki peran strategis di balik layar pemerintahan.

BACA JUGA: Ini 7 HP Baru dengan RAM Besar dan Baterai Awet, Cocok untuk Anak Sekolah Beli Pakai Uang THR

Sejak usia muda, Mojtaba disebut telah mendapatkan pembekalan terkait militer, politik dan ilmu keagamaan —tiga pilar utama dalam struktur Republik Islam Iran.

Riwayat Pendidikan dan Karier

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 1987, Mojtaba bergabung dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan bertugas menjelang akhir Perang Iran-Irak. Pengalaman tersebut mempererat hubungannya dengan kalangan militer dan elite keamanan Iran.

Dia kemudian melanjutkan pendidikan agama di Qom, salah satu pusat studi Islam Syiah terkemuka. Di sana, ia belajar di bawah bimbingan sejumlah ulama konservatif berpengaruh.

BACA JUGA: Benarkah Ini BYD PHEV? Mobil Kamuflase dengan Siluet dan Lampu Depan Mirip M6 Tertangkap Kamera

Pada akhir 1990-an, Mojtaba mulai aktif mengajar di seminari dan memperluas jejaringnya di kalangan ulama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: