3. Fleksibel untuk Pengguna Jangka Pendek
Bagi konsumen yang gemar berganti mobil dalam waktu singkat, sistem ini justru menawarkan fleksibilitas lebih tinggi.
Teknologi baterai berkembang sangat cepat, dan dengan skema sewa, pengguna tidak perlu khawatir terjebak pada teknologi lama.
BACA JUGA:Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Ramadhan, Agar Ibadah Lebih Optimal dan Berkesan
Ketika ada pembaruan baterai dengan efisiensi lebih baik, peluang mendapatkan peningkatan teknologi jauh lebih besar tanpa harus mengganti unit mobil secara keseluruhan.
Risiko Sewa Baterai yang Perlu Dipertimbangkan
1. Biaya Bulanan yang Terus Berjalan
Di balik harga awal yang murah, sistem sewa baterai menghadirkan beban biaya rutin bulanan.
Biaya ini bersifat wajib dan terus berjalan selama kendaraan digunakan, mirip seperti cicilan tanpa akhir.
Dalam jangka panjang, terutama jika mobil digunakan lebih dari 8–10 tahun, total akumulasi biaya sewa baterai bisa saja lebih mahal dibandingkan membeli baterai secara penuh sejak awal.
2. Keterikatan Kontrak dan Batasan Pemakaian
Sistem ini juga membuat pengguna terikat pada satu ekosistem merek. Mobil tidak bisa digunakan secara optimal tanpa baterai yang disediakan pihak penyewa.
BACA JUGA:Suzuki Perkenalkan e Vitara Resmi, Mobil Listrik Pertama Suzuki di Indonesia
Selain itu, kontrak sewa biasanya disertai batas jarak tempuh bulanan.
Jika pemakaian melebihi kuota yang ditentukan, biaya tambahan akan dikenakan. Hal ini perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
3. Resale Value Masih Jadi Tanda Tanya