RADARTASIK.COM - Harga mobil listrik kini bisa jauh lebih terjangkau berkat skema sewa baterai, solusi yang disebut-sebut mampu memangkas biaya pembelian hingga puluhan persen.
Namun di balik harga awal yang lebih murah, sistem ini menyimpan konsekuensi jangka panjang yang sering luput diperhitungkan konsumen.
Lantas, apakah sewa baterai benar-benar menguntungkan, atau justru berpotensi menjadi beban di kemudian hari? Simak ulasan terkait keuntungan dan risiko dari sewa baterai berikut.
Keuntungan Sistem Sewa Baterai Mobil Listrik
1. Harga Beli Lebih Terjangkau
Keuntungan paling nyata dari sistem sewa baterai adalah penurunan harga beli awal.
Mengingat baterai menyumbang sekitar 40–50 persen dari biaya produksi mobil listrik, memisahkannya dari harga kendaraan membuat konsumen tidak perlu menyiapkan dana besar di awal.
Hal ini menjadi daya tarik utama bagi pembeli pemula yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus menguras tabungan.
2. Kepastian Performa dan Kesehatan Baterai
Keunggulan lain adalah jaminan performa baterai jangka panjang.
Dalam skema kepemilikan konvensional, degradasi baterai menjadi kekhawatiran utama karena biaya penggantiannya sangat mahal.
BACA JUGA:Cicilan Motor Listrik Polytron Evo Rp1 Jutaan, Jarak Tempuh 200 Km Jadi Daya Tarik Utama
Dengan sistem sewa, tanggung jawab perawatan dan penggantian baterai sepenuhnya berada di tangan penyedia layanan.
Jika kondisi baterai atau State of Health turun di bawah standar yang disepakati, konsumen berhak mendapatkan penggantian tanpa biaya tambahan. Ini memberikan rasa aman dan kepastian biaya perawatan.