Target penerima mencapai 18,8 juta KPM. Bantuan fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan pokok.
BPNT diberikan dalam bentuk saldo elektronik. Penerima dapat membelanjakan di e-warong mitra.
Skema ini dinilai lebih fleksibel. Masyarakat bisa menyesuaikan kebutuhan pangan keluarga.
3. Program Indonesia Pintar Tetap Disalurkan
Bantuan pendidikan melalui PIP dan KIP berlanjut. Program ini mencakup jenjang SD hingga SMA.
BACA JUGA: The Classic Commuter Suzuki Access Terbaru, Skuter Elegan Irit BBM Siap Temani Aktivitas Harian 2026
KIP Kuliah juga tetap tersedia. Bantuan membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Pemerintah membuka peluang komponen baru. Bantuan untuk anak usia dini masih menunggu kebijakan lanjutan.
PIP menjadi bagian penting pembangunan SDM. Program ini mencegah anak putus sekolah.
4. Atensi Yatim Piatu Kembali Berlanjut
Bantuan Atensi YAPI tetap berjalan di 2026. Program ini menyasar anak yatim dan piatu.
Bantuan diberikan secara reguler. Tujuannya memastikan perlindungan sosial berkelanjutan.
Anak yatim piatu menjadi kelompok prioritas. Pemerintah ingin menjamin kebutuhan dasar mereka.
5. Bantuan Beras Pangan Non-Reguler
Bantuan beras pangan juga dipastikan berlanjut. Program ini bersifat tambahan bagi masyarakat.
Penyaluran dilakukan bersama Bulog. Badan Pangan Nasional ikut mengawal distribusi.
Bantuan ini menjaga stabilitas pangan. Masyarakat mendapat perlindungan saat harga bergejolak.
BACA JUGA: Sekali Klaim Saldo DANA Gratis Bisa Cuan Rp 370.000, Langsung Cair ke Dompet Digital
Pembaruan Desil Kesejahteraan Dimulai
Kemensos telah memperbarui data desil. Data ini menentukan kelayakan penerima bansos.