Sebagian masyarakat marah.
Ada yang menuduh beliau mengubah ajaran para wali, ada yang meninggalkan masjid.
Bahkan ada yang menganggap beliau telah kafir sehingga surau tempat beliau menularkan ilmunya kepada para santrinya dibongkar dan dibakar.
Namun KH. Ahmad Dahlan tidak surut. Dengan tenang, beliau berkata, Kalau sudah tahu mana yang benar, mengapa masih mengikuti yang salah?
Itulah ijtihad besar pertama yang menandai lahirnya semangat pembaruan Islam di Nusantara dan dari sinilah, benih ilmu falak modern mulai tumbuh di bumi Indonesia.
Ilmu Falak: Jalan Bertemunya Ilmu dan Iman
Bagi KH. Ahmad Dahlan, ilmu falak bukan sekadar hitung-hitungan benda langit.
Ia adalah cara manusia memahami ketepatan ciptaan Allah.
Bagaimana matahari, bulan, dan bumi tunduk pada hukum yang tak pernah berubah.
Ilmu falak adalah sains yang bersujud.
Di balik setiap rumus, ada kesadaran spiritual bahwa alam semesta beredar sesuai kehendak Tuhan.
Beliau sering menegaskan kepada murid-muridnya, Agama dan ilmu tidak boleh dipisahkan.
BACA JUGA:BJB Dukung Program 3 Juta Rumah, Perluas Akses Hunian Layak di Jawa Barat
Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh.