Misalnya, prompt “novel cinta di kota hujan” menghasilkan tone pastel romantis.
Atau “thriller psikologis di rumah tua” menciptakan visual gelap dan dramatis.
Teknologi ai art generator kini memakai model visual dari midjourney dan gemini.
Kamu bisa memilih gaya: realistik, ilustratif, minimalis, atau sinematik.
Ai menempatkan elemen seperti tipografi, layout, dan cahaya secara proporsional.
Desainnya bisa langsung siap cetak atau diunggah ke platform e-book digital.
Dengan ini, waktu produksi cover buku berkurang dari jam jadi hitungan menit.
Ai membuat proses kreatif jadi efisien tanpa kehilangan nilai artistik.
Revolusi penulisan di era penulis digital
Penulis kini tak hanya berkarya lewat kata, tapi juga visual yang mendukungnya.
Penulis digital menggunakan ai untuk menciptakan identitas visual tiap buku.
Cover jadi representasi emosi cerita — ai membantu menghidupkannya.
Dulu, pembuatan desain butuh biaya besar dan waktu panjang.
Sekarang, cukup satu prompt seperti “fantasi mistis dengan naga ungu di langit.”
Ai memvisualisasikan ide itu jadi cover yang terlihat seperti karya ilustrator.
Teknologi ini memberi kebebasan bagi penulis indie untuk tampil profesional.
Bahkan penerbit besar kini mulai memakai ai untuk eksplorasi konsep visual.