Rencana pembangunan tersebut difokuskan pada peningkatan bauran energi hijau dan kestabilan pasokan listrik nasional.
BACA JUGA: Manfaat dan Pantangan Makan Durian Demi Kesehatan
BACA JUGA: Menu MBG di Salawu Tasikmalaya Dikeluhkan Warga dan Ramai di Media Sosial
PLN tengah membangun PLTP Kepahiang berkapasitas 110 MW yang berlokasi di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong.
Proyek panas bumi ini sedang dalam tahap finalisasi pemilihan mitra strategis.
Listrik dari PLTP Kepahiang nantinya akan masuk ke Gardu Induk Pekalongan di Kabupaten Kepahiang.
PLN juga membangun PLTP Hululais berkapasitas 110 MW yang berlokasi di Kabupaten Lebong. Proyek ini ditargetkan beroperasi komersial pada 2028.
BACA JUGA: Rahasia Mendapatkan Saldo DANA Gratis dan Saldo DANA Kaget Setiap Hari
BACA JUGA: Atasi Tanggal Tua dengan Link DANA Kaget dan Saldo DANA Gratis
Energi panas bumi yang dimanfaatkan berasal dari Wilayah Kerja Panas Bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).
Seperti halnya PLTP Kepahiang, pasokan listrik dari PLTP Hululais akan dialirkan menuju Gardu Induk Pekalongan.
Suroso menegaskan pengembangan PLTP tidak hanya untuk mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi hijau.
Proyek ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal.