Namun demikian, pengelolaan APBD Jawa Barat melebihi angka Rp 31 triliun atau jauh lebih besar dari Yogyakarta dan NTB.
”Jika dibandingkan Yogya dan NTB, tantangannya beda. Kita lebih besar. Lihatnya dari besarannya kemudian dari efektivitasnya. Dan penyerapan itu kan hanya salah satu indikatornya,” beber Herman.
Diakui Herman, besar kecilnya penyerapan APBD itu penting. Sebab, goverment spending atau belanja pemerintah harus cepat diserap.
”Tapi, jika penyerapan cepat, kualitasnya dikesampingkan, bahaya juga,” ujarnya.
BACA JUGA: AFC Ubah Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Akan Lebih Menguntungkan?
Untuk itu, kata Herman, Jawa Barat penyerapannya harus cepat dengan kualitasnya yang bagus. ”Harapannya, belanja pemerintah turut mengggerakkan perekonomian daerah," tutur dia. (anb)