2 Tanda Haji Mabrur dan Fadillah Idul Adha Ternyata Begini

Kamis 29-06-2023,11:07 WIB
Editor : Alisundana

Ketika jatah rezekinya habis maka ajal menjemputnya. Tidak akan seseorang dicabut ajalnya kecuali rezekinya disempurnakan.

“Kita tidak pernah mengkhawatirkan itu kepada anak-anak kita. Kalian nanti ibadahnya bagaimana, kalian nanti akan menyembah apa, nanti bagaimana agama kalian. Itulah pesan para Nabi kepada anak-anaknya,” katanya.

Sementara kita, ujar Unas lagi, masih memastikan kepada duniawi. Apa yang sifatnya sudah dijamin Allah tapi masih kita wasiatkan kepada anal-anak kita.

Padahal wasiat terbaik bagaimana anak mengenal Allah, makrifatullan. Mengenal syariat Allah, Nabi Allah sebaik mungkin, mengenal agama Allah SWT.

Yang paling utama dalam pendidikan anak adalah tarbiyatus sholah. Bagaimana memastikan kepada anak-anak kita mereka mengerjakan sholat. 

“Ajarkan anak kalian sholat ketika mereka berusia 7 tahun. Dan pukul ketika mereka usia 10 tahun tidak mau sholat,” tandas Unas.

Pukulan tersebut, jelasnya, bukan untuk menyakiti atau melukai, tetapi pukulan untuk mendidik. Memastikan bahwa orang tuanya tidak pernah rido jika anaknya meninggalkan sholat.

Ulama menafsirkan pukulan tersebut hanya dengan kayu kecil sebesar lidi kecil 

Dipukul ke bagian kakinya. Sebagai penegasan bahwa orang tuanya tidak pernah rido jika anaknya tidak sholat.

“Pastikan ketika mereka sedang ada kegiatan di luar rumah menjaga sholat. Karena awal kehancuran manusia adalah ketika mereka meninggalkan sholat!” pesan Ustadz Nasrullah kepada Jamaah Iedul Adha Masjid Al Marhamah.

Hadist Nabi menyebutkan akan ada sebuah masa generasi yang menyia-siakan sholat, mengikuti hawa nafsu dan syahwatnya.

Ketika mengikuti hawa nafsu dan syahwat maka ujungnya adalah kebinasaan dan kemurkaan Allah SWT.

Orang yang lalai sholat, mengerjakan sholat tapi tidak sebaik-baiknya, tidak sadar kewajiban sholatnya, mengakhirkan waktu sholat, mereka akan ditempatkan disebuah bukti goya yang ada di neraka jahanam.

Saking buruk dan panasnya bukit itu, neraka jahanam pun berdoa kepada Allah agar bukti itu dipindahkan dari jahanam.

Keempat, bagaimana Idul adha menjadi sarana kita berbagi dengan masyarakat, menciptakan solidaritas sosial, dan sarana kita melimpahkan rezeki Allah SWT.

Prof Dr Wahbah Az-Zuhaili  pengarang kitab Fiqih Islam wa Adillatu mengatakan, diantara hikmah Idul Adha adalah menjadikan orang yang berkurbannya, dan keluarganya, orang-orang sekitarnya mendapakan keberkahan. 

Kategori :