
Datang seorang sahabat bertanya,”Ya Rasulullah kapan hari kiamat?”
BACA JUGA:KINI TERUNGKAP Kenapa Persib Tidak Lolos Lisensi Liga Champions Asia, Ini Gara-Garanya
Nabi Muhammad SAW tidak menjawab pertanyaan sahabat itu. Beliau terus melanjutkan tausiyahnya.
Sahabat itu kembali bertanya,”Ya Rasulullah kapan kiamat?”
Nabi tetap tidak menjawab dan terus tadzkirah melanjutkan bertausiyah.
Setelah selesai tausiyah Nabi Muhammad SAW baru menjawab. Beliau menanyakan siapa sahabat yang bertanya tadi.
“Saya ya Rasulullah,” kata sahabat yang bertanya kapan kiamat itu.
Nabi tidak memberi jawaban tetapi balik bertanya kepada sahabat tersebut, ”Apa yang sudah kau siapkan untuk hari kiamat?”
Dari kisah itu, kata UAS, kita tidak usah memikirkan kapan hari kiamat datang. “Yang perlu kita pikirkan apa yang sudah kita siapkan!”
UAS menegaskan, sebaiknya tak perlu cari kapan tanggal hari kiamat. Yang perlu adalah siapkan apa amal yang akan kau bawa menghadap Allah SWT.
Mengenai tanda-tanda hari kiamat dijelaskan UAS salah satu diantaranya waktu semakin pendek.
Tanda kiamat berikutnya ilmu semakin berkurang. Dampak ilmu berkurang bertambah jahil.
Dampak jahil itu datang penyakit suh atau hubud dunia. Cinta kepada dunia yang sangat berlebihan.
“Amat sayang kepada harta dipegang semuanya sampai tidak ada yang menetes walau setetes,” ujar UAS.