INI Profil Depo Pertamina Plumpang, Dibangun Era Soeharto, Menyuplai 20 Persen BBM Harian Indonesia

Sabtu 04-03-2023,12:07 WIB
Editor : Usep Saeffulloh

JAKARTA, RADARTASIK.COM — Masyarakat harus tahu tentang profil Depo Pertamina Plumpang yang terbakar pada Jumat, 3 Maret 2023 malam di Koja, Jakarta Utara.

Untuk diketahui bahwa Depo Pertamina Plumpang dibangun era Soeharto dan pertama kali beroperasi pada tahun 1974. 

Profil Depo Pertamina Plumpang lainnya yaitu memiliki kapasitas tangki penimum sampai 291.889 kiloliter.

Depo Pertamina Plumpang masuk dalam daftar nomiasi 7th Most Efficient Storage Terminal pada Global Tank Storage Award 2018.

Depo Pertamina Plumpang, berdasarkan Global Tank Storage, dinilai sebagai BBM plaing penting di Indonesia. 

Pasalnya Depo Pertamina Plumpang menyuplai 20 persen BBM harian di Indonesia atau sekiar 25 persen dari total kebutuhan harian SPBU Pertamina.

Sampai saat ini Depo Pertamina Plumpang mendistribusikan Premium, Bio Solar, Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite dan Pertamax Turbo,

Depo Pertamina Plumpang melalui Terminal Automation System (TAS) berkelas dunia yang biasa disebut New Gantry System ke kompartemen 249 unit mobil tangki.

Depo Pertamina Plumpang Pernah Kebakaran Tahun 2009

Sementara iu dilansir dari situs resmi esdm.go.id, depo Pertamina Plumpang pernah mengalami kebakaran pada 2009 lalu. 

Saat itu ledakan terjadi pada Minggu 18 Januari pukul 21.20 WIB.

Sementara itu setelah kebakaran Depo Pertamina Plumpang, PT Pertamina memastikan pasokan BBM aman.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, melalui keterangan resminya, pasokan BBM tetap aman dengan back up supply dari terminal terdekat.

"Back up supply dari terminal terdekat, yaitu TBBM Tanjung Gerem, TBBM Cikampek dan TBBM Ujung Berung," ujar Nicke Widyawati dalam keterangan resminya, Sabtu, 4 Maret 2023.   

Tak hanya dari tiga lokasi itu, pasokan BBM juga didapat lagi dari Kilang BBM Cilacap dan kilang BBM Balongan yang dikirim melalui jalur laut ke TBBM Tanjung Priuk. 

Kategori :