
“Dalam pendistribusian BBM Satu Harga, cukup jamak terjadi pergantian moda transportasi hingga 4 sampai 5 kali hingga BBM sampai di lembaga penyalur dan kepada masyarakat. Di daerah tertentu, seperti Puncak Jaya Papua, bahkan bisa mencapai 6 hingga 8 kali. Namun, ini adalah komitmen Pertamina Patra Niaga untuk melaksanakan amanah memastikan akses energi bagi masyarakat,” papar Alfian.
BACA JUGA: Aksi Pencurian Membobol Toko Kelontongan di Pasar Ciawi Terekam CCTV, Videonya Beredar di Medsos
BACA JUGA: Miris, ABG Tega Membuang Bayi di Ciamis, Dibiarkan Telungkup di Sungai Usai Dilahirkan di Sawah
Sementara itu, Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan BPH Migas mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memastikan serta menjamin penyaluran energi, terutama ketersediaan BBM yang terjangkau di seluruh pelosok negeri.
“Dari target 92 titik lembaga penyalur BBM Satu Harga pada 2022, saat ini terealisasi 69 titik, artinya masih ada target yang perlu kita penuhi. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat telah mendukung pelaksanaan Program BBM Satu Harga, mudah-mudahan manfaat kehadiran BBM Satu Harga ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucap Erika.