Ridwan Kamil Capres Kebanggaan Jawa Barat, Ketua HNSI Kabupaten Tasikmalaya: Muda, Masuk ke Semua Kalangan

Jumat 28-10-2022,14:02 WIB
Reporter : Ujang Nandar
Editor : Usep Saeffulloh

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Ridwan Kamil (RK) menjadi salah tokoh Jawa Barat yang potensial maju menjadi calon presiden atau capres kebanggaan Jawa Barat.

Peluang menjadi capres kebanggaan Jawa Barat besar karena hasil survei terbaru dari Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Ridwan Kamil melejit.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSI Kabupaten Tasikmalaya Dedi Mulyadi mengaku bangga sebagai warga Jawa Barat jika ada tokoh keturunan Sunda masuk menjadi calon presiden.

"Tentu kami bangga dan kami sebagai masyarkat sangat menginginkan ada Presiden asli dari Jawa Barat," kata Dedi Mulyadi, Jumat 28 Oktober 2022.

Dedi Mulyadi menilai elektabilitas Ridwan Kamil tinggi sangat wajar karena Ridwan Kamil selama ini bisa masuk ke semua kalangan hingga menjadi capres kebanggaan Jawa Barat.

"Apalagi beliau ini dari segi umur masih muda. Yang tidak kalah penting selama ini beliau masuk kepada semua kalangan dan tidak hanya ke milenial," kata Dedi Mulyadi.

Saat ini, kata Dedi Mulyadi, Indonesia memerlukan sosok pimpinan milenial tetapi masuk kepada semua kalangan, baik milenial, tua dan lainnya.

"Apalagi Ridwan Kamil ini termasuk pimpinan dengan ukuran yang bijak," kata dia.

Dedi menyarankan Ridwan Kamil agar lebih banyak turun ke lapangan lagi hingga bisa lebih dikenali oleh masyarakat. 

"Saya minta itu ditingkatkan lagi, walaupun memang secara elektabilitas saat ini tinggi, melalui media sosial masyarkat mengenali dia," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi setuju bila Ridwan Kamil maju menjadi calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2024. 

"Saya sangat setuju bila Ridwan Kamil ini maju pada Pilpres 2024 mendatang," ujar Dedi Mulyadi. 

Hasil Survei, Elektabilitas Ridwan Kamil Melesat 

Sementara itu dikutip dari Litbang Kompas, survei yang diselenggarakan pada 24 September-7 Oktober 2022 dan melalui wawancara tatap muka ini dengan total 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.

Adapun penarikan sampel diambil secara acak sederhana. Tingkat kepercayaan survei tersebut 95 persen dan margin of error penelitian 2,8 persen.

Kategori :