Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Majukan Seni dan Budaya Sunda

Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Majukan Seni dan Budaya Sunda

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi saat menghadiri kegiatan kesenian di Parungponteng, Minggu 30 Agustus 2026.-Dokpim Kabupaten Tasikmalaya-

RADARTASIK.COM – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang bergerak di bidang seni dan kebudayaan.

Dukungan tersebut mencakup pelestarian budaya Sunda, seni Sunda hingga kesenian bernuansa Islam seperti kasidah dan rebana.

Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi saat menghadiri kegiatan yang digelar Yayasan Sabilulungan Dayeuh Luhur Parungponteng, Minggu 30 Agustus 2026.

Asep menilai keberadaan yayasan dan kelompok masyarakat yang konsisten mengembangkan kegiatan positif memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

BACA JUGA: Maulid Nabi dan HUT Kemerdekaan Digelar Bersama, Pemkot Tasikmalaya Dorong Penguatan Nasionalisme

BACA JUGA: 22 Hektare Kebun Teh Jabar Direvitalisasi, Ribuan Pohon Ditanam untuk Cegah Bencana

”Saya akan terus mendukung, baik secara pribadi dan pemerintah, untuk yayasan yang memiliki dedikasi memajukan seni budaya Kabupaten Tasikmalaya, budaya Sunda, seni Sunda dan lain sebagainya, termasuk kasidah rebana, seni Islam," ujarnya.

Menurutnya, kemajuan seni dan budaya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat serta berbagai elemen lainnya agar kegiatan kebudayaan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, yayasan, pemerintahan desa hingga unsur lainnya dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan kegiatan seni dan budaya di daerah.

Dia mengapresiasi kepada jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa, Ketua Yayasan Sabilulungan Dayeuh Luhur Parungponteng beserta seluruh pengurus serta masyarakat yang hadir dari berbagai kecamatan.

”Kehadiran masyarakat dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa kegiatan seni dan budaya tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan silaturahmi antarmasyarakat,” katanya.

Asep juga mendorong agar kegiatan masyarakat yang positif terus dikembangkan. Seni dan budaya dinilai bukan sekadar hiburan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun karakter masyarakat, memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga identitas daerah.

Beragam kesenian tradisional, termasuk budaya Sunda serta kesenian Islam seperti kasidah dan rebana, diharapkan tetap mendapatkan ruang di tengah perkembangan zaman.

Dia menyatakan siap memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang memiliki manfaat bagi kemajuan budaya, seni, serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait