Mentan Amran Ajak Ormas Islam Perangi Mafia Pangan, Beras Premium Jadi Sorotan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak ormas Islam ikut memerangi mafia pangan dalam Muktamar V Wahdah Islamiyah.-Infopublik.id -
RADARTASIK.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak organisasi kemasyarakatan Islam ikut mengawasi praktik mafia pangan yang dinilai merugikan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu (23/8), seperti dilansir dari laman pertanian.go.id, bersamaan dengan pemaparan sejumlah program pemerintah di sektor pangan.
Amran mengatakan pemberantasan mafia pangan menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami dapat dukungan untuk memajukan umat dan bangsa ini. Kami sampaikan seluruh program, memberantas korupsi, berantas mafia, Indonesia sejahtera, dan inilah perintah Bapak Presiden," kata Mentan Amran.
Menurut Amran, keberhasilan mencapai swasembada pangan harus dibarengi dengan pembenahan tata niaga.
BACA JUGA:Penghimpunan ZIS BAZNAS Tembus Rp27,8 Triliun, Baru 42,2 Persen dari Target 2026
Ia menilai manipulasi mutu, permainan harga dan penyalahgunaan kewenangan tidak boleh dibiarkan karena dampaknya langsung dirasakan konsumen.
"Kalau kita ingin berdaulat pangan, mafia dan koruptor harus kita berantas. Kalau saya membawa kebenaran, jangan biarkan saya berjalan sendiri. Mari kita bergandengan tangan demi masa depan Republik Indonesia," tegas Mentan Amran.
Pemerintah juga tengah menelusuri sejumlah praktik perdagangan pangan yang diduga merugikan konsumen.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penjualan beras yang dinilai tidak sesuai antara mutu, label dan harga.
Amran mengungkapkan adanya beras dengan tingkat butir patah tinggi yang dikemas sebagai produk premium dan dijual hingga sekitar Rp17.000 per kilogram.
"Ini bukan sekadar menaikkan harga. Ini menipu dan mengambil hak rakyat. Barang dengan kualitas tertentu dikemas seolah-olah barang bagus, kemudian dijual jauh di atas nilai sebenarnya," katanya.
BACA JUGA:Satpol PP Jabar Tertibkan Pedagang di Jalur Ciater-Jalan Cagak, Lima Bangunan Liar Disegel
Ia juga menyinggung produk pangan yang menggunakan klaim tertentu, termasuk fortifikasi dan kandungan vitamin yang diduga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Ormas Islam Diminta Ikut Mengawasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: