Banyak Rekening KPM di Kota Banjar Saldonya Masih Nol

Banyak Rekening KPM di Kota Banjar Saldonya Masih Nol

BANJAR — Belum semua keluarga penerima manfaat (KPM) untuk penyaluran April menerima bantuan pangan non tunai (BPNT). Saldo mereka yang seharusnya diterima sebesar Rp 200 ribu, kini masih nol rupiah.


Para KPM pun tidak bisa menukarkan saldo mereka ke sembako di e-Warong maupun Kobe. “Kalau berdasarkan data bayar, jumlah penerima bantuan BPNT untuk bulan April ini sebanyak 8.208 KPM. Tetapi pada kenyataannya banyak KPM yang saldonya masih nol, meskipun mereka (KPM, Red) masuk dalam data bayar atau data penerima bantuan,” kata Koordinator Daerah Bantuan Sosial Pangan Dinas Sosial P3A Kota Banjar Yuli Yulaeha, Rabu (21/4/2021).

Ia mengatakan penyebab saldo masih nol masih dalam tahap konfirmasi. Pihaknya tidak mengetahui pasti kendala tersebut, sehingga masih banyak saldo KPM yang nol rupiah.

“Kami saat ini masih merekap jumlah KPM yang saldonya masih nol. Kami juga perlu menyandingkan juga data yang ada dengan data dari BNI biar pasti angkanya,” kata Yuli.

Ia berharap kendala tersebut bisa segera diatasi. Sebab penerima bantuan sudah menantikan pangan yang harus mereka terima.

Sementara untuk bantuan pangan non tunai Mei, pihaknya belum menerima informasi jumlah KPM. Apakah jumlahnya turun atau bertambah dari jumlah penerima bulan. “Mei belum ada jumlahnya. Ini malah ada surat terbaru untuk perbaikan data lagi,” katanya.


Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Banjar Suryamah mengatakan setiap KPM akan menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu, namun dalam bentuk sembako yang terdiri dari unsur karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral.

“Nanti penerima bantuan melakukan transaksi di e-warong. Dana yang masuk melalui Bank BNI sebesar Rp 200 ribu digesek atau dibelanjakan di e-Warong yang terdaftar sebagai mitra pemerintah dalam bentuk sembako. Bantuannya setiap bulan selama satu tahun,” kata dia.

Dikonfirmasi soal banyaknya KPM yang belum menerima saldo BPNT, Branchles Banking BNI Cabang Banjar, Ahmad Arifin mengatakan kendala saldo nol rupiah ada di sistem pusat. Kendala karena data NIK KPM tidak sinkron antara database yang dimiliki Kemensos dengan Bank BNI Pusat.

“Kendalanya dari pusat. Saya tanya ke BNI pusat, infonya ada kendala antara data KPM yang dimiliki Kemensos dengan data NIK KPM di data buku rekening BNI,” katanya.

Pihaknya juga sudah melakukan sampling kepada KPM yang saldo bantuannya nol rupiah. Ternyata, NIK yang dipegang KPM dengan NIK di data buku rekening tidak sinkron. “Kita kira-kira KPM yang mengalami kondisi nol rupiah saldo bantuannya tidak lebih deri 200 KPM,” kata Arifin. (cep)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: