Drama Serial Oshin yang Fenomenal: Dari Bocah Miskin Sampai Menjadi Pemilik Kerajaan Bisnis di Jepang

Drama Serial Oshin yang Fenomenal: Dari Bocah Miskin Sampai Menjadi Pemilik Kerajaan Bisnis di Jepang

Drama serial oshin tahun 80-an yang fenomenal. Foto: tangkapan layar youtube--

RADARTASIK.COM— Fenomena drama serial Oshin di tahun 80-an mengisahkan perjuangan seorang gadis kecil dari keluarga miskin sampai menjadi pemilik salah satu kerajaan bisnis di Jepang.

Oshin merupakan sebuah drama serial Jepang yang telah mengukir jejaknya dalam dunia hiburan sejak pertama kali ditayangkan di NHK (Nippon Hoso Kyokai), sebuah badan penyiaran umum di Jepang pada tahun 1983 sampai 1984.

Di Indonesia sendiri Oshin tayang perdana di TVRI pada bulan November tahun 1986 hingga November 1987, dengan penayangan ulang pada bulan Maret 1988 dan Desember 1989. 

Tidak hanya itu, pada Agustus 1992 hingga November 1993, TPI atau Televisi Pendidikan Indonesia (sekarang MNCTV) turut menayangkan drama ini setelah berdiri pada tahun 1991.

BACA JUGA: Ini Sosok Muhamad Rezqi Budiman, Keluarga Bus Budiman yang Akan Maju di Pilkada Kota Tasikmalaya 2024

BACA JUGA: H Dede Sudrajat ’Turun Gunung’ di Pilkada Kota Tasikmalaya 2024 untuk Menyukseskan Keponakannya

Drama serial Oshin mendapatkan popularitas yang luar biasa di Jepang dan juga dikenal di berbagai negara di seluruh dunia. 

Kisah Oshin, seorang gadis kecil dengan semangat yang luar biasa, telah menginspirasi dan menyentuh hati penonton selama bertahun-tahun.

Drama serial Oshin mengisahkan perjalanan hidup seorang wanita bernama Oshin, yang lahir dan tumbuh di sebuah pedesaan Jepang pada awal abad ke 20, yaitu pada zaman Meiji.

Oshin harus menghadapi berbagai rintangan dan kesulitan dalam hidupnya, mulai dari kemiskinan, keterbatasan sosial, hingga peran gender yang terkait dengan budaya pada masa tersebut. 

BACA JUGA: Keluarga Bus Budiman Resmi Daftar Bacawalkot PKB di Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya, 'King Maker' Turun Tangan

BACA JUGA: Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya, Andi Ibnu Hadi Diantar Ratusan Santri Daftar ke PKB Bidik Kursi Z1

Film ini memiliki latar waktu pada tahun 1907, di mana Jepang sedang menghadapi krisis pangan dan keterpurukan ekonomi di masa-masa akhir Meiji.

Meskipun dihadapkan pada situasi yang sulit, Oshin tetap teguh dan tidak pernah kehilangan semangatnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: