UPDATE Korban Pemboman Isreal, 2.679 Penduduk Jalur Gaza Gugur, 9.600 Lainnya Terluka, 1.000 Orang Hilang

UPDATE Korban Pemboman Isreal, 2.679 Penduduk Jalur Gaza Gugur, 9.600 Lainnya Terluka, 1.000 Orang Hilang

Kesedihan penduduk Jalur Gaza yang keluarganya menjadi korban serangan bom Israel -Tangkapan Layar X-

RADARTASIK.COM - Update korban pemboman Isreal sejak 7 Oktober silam, membuat 2.679 penduduk Jalur Gaza gugur, 9.600 lainnya terluka, 1.000 orang hilang.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan pada hari Minggu, 15 Oktober, kemarin, bahwa jumlah korban tewas akibat pemboman Israel di Jalur Gaza meningkat menjadi 2.679 orang.

"2.670 warga telah gugur dan 9.600 lainnya terluka dengan berbagai tingkat," bunyi pengumuman Kementerian Palestina melalui akun Facebook resminya, seperti yang dikutip dari Al-Quds Al-Arabi.

Sementara itu, Tim Pertahanan Sipil Palestina melaporkan pada hari yang sama bahwa lebih dari 1.000 orang dinyatakan hilang di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza.

BACA JUGA:Pasukan Pertahanan Israel Bantah Serang Konvoi Pengungsi dari Jalur Gaza: ‘Itu Mungkin Kecelakaan yang Aneh’

Mereka mencatat, "Banyak yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan dalam waktu 24 jam setelah serangan."

Lima anggota staf Pertahanan Sipil Gaza juga gugur dalam serangan yang dilancarkan oleh pesawat tempur Israel yang menargetkan markas mereka di wilayah Tal al-Hawa, barat daya Kota Gaza.

Masyarakat Bulan Sabit Merah melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melakukan lima serangan di sekitar Rumah Sakit Al-Quds di Jalur Gaza.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyebut serangan Israel di Jalur Gaza telah menciptakan "bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya."

BACA JUGA:Resmi, Kiper Masa Depan Persib Terjun di Elite Pro Academy, Ini Pesan Luizinho Passos kepadanya

"Selama delapan hari terakhir, tidak ada air, gandum, atau bahan bakar yang diizinkan masuk ke Jalur Gaza," ujar Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, memperingatkan negaranya akan merespons jika Israel melanjutkan operasi darat di Gaza yang ditunda akibat cuaca buruk.

Di sisi lain, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa 30 orang Amerika tewas dalam konflik antara Palestina dan Israel, dan 13 orang Amerika lainnya hilang.

“Saat ini, kami dapat memastikan meninggalnya 30 warga AS. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada para korban dan keluarga semua yang terkena dampak,” bunyi pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: