Waspada! Pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya Belum Berakhir, Hari Ini 60 Kasus Aktif

Waspada! Pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya Belum Berakhir, Hari Ini 60 Kasus Aktif

TASIKMALAYA, RADAR TASIK.COM – Penularan dan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya selama sepekan ini terus mengalami kenaikan. 

Kamis 21 Juli 2022, total kasus aktif mencapai 60 kasus. Sementara Kamis lalu 14 Juli 2022, total kasus aktif mencapai 40 kasus. Sedangkan pada awal bulan ini, Minggu 01 Juli 2022, hanya terdapat 6 total kasus. 

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Tasikmalaya, dr H Asep Hendra mengatakan, dalam sepekan ini penambahan kasus positif memasuki fase tinggi.

BACA JUGA: Polres Tasikmalaya Akan Tangani Kasus Bully Murid SD yang Meninggal Dunia, Ini Kata Kasat Reskrim...

"Tapi kalau puncaknya belum menurut saya. Karena kita melihat rekapan tahun lalu, jika secara nasion sudah menurun kita baru mengalami puncak penambahan kasus," paparnya.

Saat ini, angka penyebaran kasus secara nasional masih merangkak naik. Artinya penularan kasus Covid-19 akan terdampak ketika di nasional menurun, Kota Tasikmalaya mengalami fase puncak.

BACA JUGA: Miris! Sebelum Meninggal, Murid SD Korban Bully di Tasikmalaya Malu, Depresi hingga Jatuh Sakit

"Kalau kita lihat grafiknya memang cukup lumayan naiknya. Dalam seminggu terakhir ini hampir 40 lebih kasus aktif penambahannya," terangnya.

Dia menambahkan, penambahan kasus aktif ini terjadi hasil tracking dari kontak erat dari pasien positif Covid sebelumnya dan penularan dari keluarga.

"Lalu ketahuan juga dari screening warga yang di-booster serta ada beberapa pasien sedang sakit batuk, pilek, pegal linu dan ternyata dicek positif. Kebanyakan mereka yang positif tak bergejala," tambahnya.

BACA JUGA: Berduka! Sebelum Meninggal, Murid SD Korban Bully di Tasikmalaya Dirawat di Rumah Sakit

Jelas dia, walaupun demikian pasien yang mendapatkan perawatan di ruang isolasi rumah sakit hanya 1 orang. Sisanya melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Tapi yang dirawat itu karena ada sakit berat juga sehingga harus dirawat. Kalau Covidnya mah bergejala ringan. Kita tetap mensiagakan ruang isolasi di rumah sakit kok," jelasnya. 

Dengan adanya peningkatan kasus di Kota Tasikmalaya, tukas dia, respon masyarakat untuk divaksin booster kembali meningkat. Dalam seminggu ini bisa mencapai dua ribu orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: