PGRI Cibeureum Tasik Berharap Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru

PGRI Cibeureum Tasik Berharap Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru

TASIK - Praktisi Pendidikan Kota Tasikmalaya berkeinginan untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka pada Tahun Ajaran Baru 2021 meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

Ketua PGRI Cabang Kecamatan Cibeureum Iis Suhartini SPd berharap kegiatan pembelajaran tatap muka bisa dimulai Tahun Ajaran Baru 2021.

Menyambut hal itu, sekolah sudah mempersiapkan sarana dan prasarana pencegahan penyebaran Covid-19 serta teknis pembelajaran menggunakan shifting (bergiliran) atau jumlah siswa 50% saat di kelas.

“Kenapa Tahun Ajaran Baru ini ingin tatap muka kembali dilaksanakan, karena sekolah sudah menyediakan sarana sanitasi yaitu tempat cuci tangan dengan sabun dan menyediakan hand sanitizer. Lalu sekolah pun telah mewajibkan setiap siswa dan guru terbiasa menggunakan masker,” katanya kepada Radar, Selasa (23/2/2021).

Selanjutnya, pihaknya juga menyediakan thermogun agar setiap siswa dan guru secara dini dapat diidentifikasi suhu badannya.

“Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, kita sudah menyediakan Satgas Covid-19 dan ruangan khusus kesehatan (puskesmas dan UKS, Red),” ujarnya.

Terlebih berkaitan dengan kebijakan baru Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tersebut. Lanjutnya dia, banyak sekolah merespons dengan baik dan berupaya untuk siap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan memperhatikan daftar periksa yang terdapat pada SKB.

“Kita tentunya sesuai SKB 4 Menteri ini, ketika Kota Tasikmalaya sudah kondusif sehingga berharap dapat melakukan tatap muka. Karena anak dan guru sudah jenuh serta orang tua bosan melihat anaknya di rumah terus,” katanya.

Oleh karenanya, dia terus mempromosikan protokol kesehatan protokol dengan menggunakan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, dan menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Kita terus komunikasi dengan orang tua siswa agar anaknya terus disiplin menggunakan protokol kesehatan. Di tambah siswa harus membawa bekal dari rumah ketika dilakukan tatap muka, artinya jangan sampai dibekali uang saku karena dapat jajan di luar,” ujarnya.

Senada, Kepala MTs Jidris Assalam Tasikmalaya Makin Kamaludin MSi menyampaikan ingin segera melaksanakan pembelajaran tatap muka di Tahun Ajaran Baru ini. Karena salah satu kendala saat melakukan kegiatan pembelajaran daring adalah sarana dan prasarana yang tidak mendukung.

“Berharap tatap muka segera dilakukan, karena siswa yang notabene  menengah ke bawah mempunyai permasalahan ketika masih dilakukan pembelajaran lewat daring. Di antaranya kuota, gadget dan sinyal,” katanya.

Tentunya tidak asal melakukan pembelajaran tatap muka, pihaknya memenuhi persyaratan pendukung dalam pencegahan penyeA­baran Covid-19 di madrasah.

“Jalan yang sudah ditempuh, kita memA­punyai izin dari orang tua, madA­rasah wajib area bermasker, dan menyediakan hand sanitizer dan fasilitas cuci tangan,” ujarnya. (riz)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: