Ngeri Sekaligus Heroik, Tentara Ukraina Tewas Dibom Gara-gara Tak Mau Menyerah kepada Rusia
Reporter:
radi|
Sabtu 26-02-2022,13:20 WIB
Ketiga belas anggota unit penjaga perbatasan
Ukraina tersebut dihabisi setelah menolak perintah menyerah dari pasukan
Rusia dengan sebuah pesan terakhir yang singkat dan tegas.
“Kapal perang
Rusia, go f**k yourself,” ujar pemimpin perbatasan
Ukraina lewat sambungan radio, seperti diberitakan Independent, Jumat (25/02/2022).
Aksi heroik itu diketahui dari sebuah rekaman audio yang diperoleh media Ukraina, Ukrayinska Pravda. Presiden Volodymyr Zelensky pun menyebut ketiga belas tentara itu sebagai pahlawan. Pulau Ular, yang terletak di lepas pantai tenggara negara itu, didekati oleh dua kapal
Rusia tak lama setelah Presiden
Rusia Vladimir Putin mengumumkan dimulainya invasi sekitar pukul 6 pagi waktu Moskow, Kamis (24/02/2022).
Dari rekaman audio diketahui bahwa kapal
Rusia langsung memberi peringatan tegas begitu sampai di dekat Pulau Ular. “Saya kapal perang
Rusia, ulangi saya kapal perang
Rusia,” salah satu komandan kapal
Rusia itu memperingatkan.
“Lebih baik segera meletakkan senjata untuk menghindari pertumpahan darah dan kematian yang tidak perlu. Kemungkinan terburuk (jika tidak menyeerah), Anda akan terkena serangan bom,” lanjut perintah komandan kapal perang
Rusia tersebut.
Setelah itu, terdengar dua personel
Ukraina berdiskusi mengenai respons apa yang harus mereka berikan. Sekejap kemudian terdengarlah respons tegas itu: “Kapal perang
Rusia, go f**k yourself."
Dalam pesan video yang diunggah pada hari Jumat, Zelensky mengkonfirmasi bahwa para penjaga Pulau Ular termasuk di antara 137 personel militer yang terbunuh dalam 24 jam pertama operasi militer
Rusia.
"Semoga kenangan mereka yang mengorbankan nyawa demi
Ukraina akan hidup selamanya," ujar Zelensky. (dil/jpnn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: