Sukapancar Miliki Situs Makam Cicit Syeh Abdul Muhyi

Sukapancar Miliki Situs Makam Cicit Syeh Abdul Muhyi

radartasik.com, TASIK - Pemerintah Desa Sukapancar Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya sedang mengembangkan potensi wisata religi situs Makam Bojong Jambe.


“Di sana terdapat makam Nyi Mas Siti Julaekho. Masih keturunan dari Syeh Abdul Muhyi Pamijahan, lokasinya berada di kedusunan Sukamahi. Namun terdapat juga makam Syeh Ali Murtado yang lokasinya ada di Kedusunan Sukapancar,” ujar Kepala Desa Sukapancar Arif Taufiq Rahman kepada Radar, Jumat (22/10/2021).

Arif mengungkapkan, yang menjadi keunikan di situs Makam Bojong Jambe, makamnya diselimuti atau ditutupi akar. Jadi makam ada di dalam dan ada pintu khusus untuk masuk ke lokasi tersebut.

Sekarang, ujar dia, sedang pembenahan akses jalan menuju lokasi. Sebab, yang namanya kompleks pemakaman tidak berada di pinggir jalan besar, sehingga harus masuk ke dalam.

Kendaraan roda dua maupun roda empat bisa masuk, meskipun tidak bisa langsung ke lokasinya. Itu pun hanya beberapa meter saja jalan kaki.

“Dari gapura Desa Sukapancar ke situs Makam Bojong Jambe, kalau ditempuh dengan motor kurang lebih 5 menit. Di sekitar lokasi terdapat tempat parkiran, bisa di pesantren atau di pinggir jalan sebelum masuk. Jadi tidak terlalu memakan waktu yang cukup lama,” ucapnya.

Arif menyebutkan, kemungkinan besar nanti prioritas akses jalan akan diperbaiki lagi. Untuk penunggunya juga atau disebut kuncen akan coba cari, siapa yang ada keturunannya yang ada di Makam Situs Bojong Jambe tersebut.

Sejarah secara detail sudah ada untuk keturunannya, tapi untuk keturunan terakhir yang ada di Desa Sukapancar belum ketemu sejarahnya. “Sejauh ini, cukup banyak yang berkunjung ke situs Makam Bojong Jambe dan Syeh Ali Murtado. Mereka kebanyakan dari luar kota, ada yang datang dari Cianjur, Bogor, Sukabumi dan lainnya,” kata dia.

Sementara itu, kata Arif, untuk penginapan tidak ada. Kalau ada yang mau menginap, akan berkoordinasi dengan RT/RW setempat dan warga yang mau menanpung atau yang mau menyewakan rumahnya.

Ke depan, jika anggaran mencukupi dan sumber daya manusia mencukupi akan membangun penginapan. “Biasanya banyak yang datang di bulan-bulan tertentu dan dianggap keramat. Seperti pada bulan Mulud, Rajab, Muharam. Itu bulan yang dianggap keramat dan banyak yang berkunjung ke lokasi,” kata Arif menjelaskan.

Lanjut Arif, selain wisata religi, pihaknya juga akan membangun wisata desa agrowisata. Ada tanah milik desa atau sawah tadah hujan sekitar 6.000 mA².

Nanti selain pohon anggur, juga akan menjadi sentra kegiatan kelompok tani, pokdakan, perikanan, kandang kambing, hidroponik sehingga semua ada di sana untuk pengembangan dan penelitian.

Rencananya akan dianggarkan tahun depan, dan coba dinaikan ke Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

“Memang kalau dilihat dari sumber daya alam yang ada di Desa Sukapancar, dari pertanian dan perikanan SDM nya sangat mendukung. Makanya, lebih memilih ke pengembangan bidang wisata atau agrowisata,” ucap Arif menambahkan.

Punduh Sukamahi Uteng mengatakan, sangat mendukung langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah desa karena bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa.

“Memang selama ini suka ada yang ziarah ke Makam Bojong Jambe tersebut, ya terkadang hanya di waktu tertentu saja,” kata dia. (obi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: