Mengejutkan, Ternyata Setengah Juta Penduduk Korea Utara Terindikasi Covid-19, dan 21 Orang Meninggal

Mengejutkan, Ternyata Setengah Juta Penduduk Korea Utara Terindikasi Covid-19, dan 21 Orang Meninggal

Secara mengejutkan setengah juta penduduk Korea Utara terindikasi Covid-19 dan 21 meninggal dunia. Foto: -freepik- --

Radartasik, PYONGYANG – Kabar terbaru dan mengejutkan tentang perkembangan kasus Covid-19 kembali datang dari Korea Utara.

Dilaporkan setengah juta penduduk negara tersebut terindikasi Covid-19, dan 21 orang penduduknya meninggal dunia. 

Terkait hal tersebut, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un mengungkapkan pada Sabtu 14 Mei bahwa penyebaran Covid-19 telah menimbulkan kekacauan besar di negaranya.

BACA JUGA:Ahli Virus Inggris Tegaskan Adenovirus Tak Pernah Jadi Penyebab Hepatitis

Mengutip dari Disway.id yang bersumber dari kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA menyampaikan bahwa setengah juta penduduk Korea Utara terindikasi Covid-19 dan 21orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu dari Pertemuan Partai Buruh terdapat laporan sekitar 280.810 orang dirawat dan 27 kematian sejak demam yang tidak diketahui asalnya sejak akhir April.

Hanya saja media pemerintah tersebut tidak mengatakan apakah kematian baru itu karena Covid-19. 

BACA JUGA:Cara Membedakan Masalah Perut Maag dengan Serangan Jantung, Ini Tanda-Tandanya

KCNA hanya menyebut pada hari Jumat waktu setempat telah dikonfirmasi terdapat satu kematian karena varian Omicron. 

Dalam pertemuan tersebut juga terdapat laporan bahwa salah satu penyebab kematian karena kelalaian serta overdosis obat karena kurangnya pengetahuan tentang metode pengobatan Covid-19.

Sejak akhir April, 524.440 penduduk Korea Utara telah menunjukkan tanda-tanda demam, termasuk 174.440 kasus baru pada Jumat 13 Mei.

BACA JUGA:Terpaut Setengah Abad, Andi Linge Nikahi Janda Muda Usia 19 Tahun

Sekitar 243.630 telah dirawat, namun KCNA belum mengatakan berapa banyak orang yang telah diuji atau mengkonfirmasi jumlah total kasus Covid-19 tersebut. 

Kabar Korea Utara telah menguji sekitar 1.400 orang dalam seminggu terakhir.

Sumber: