Arab Saudi Menetapkan Batasan Usia Calon Jamaah Haji, Begini Respons Kemenag
Selasa 19-04-2022,03:30 WIB
Reporter:
|
Editor:
ocean
Pertama,
calon jamaah haji tahun ini terbuka untuk mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan telah menerima vaksinasi lengkap
Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan
Arab Saudi.
”Keputusan pemerintah
Arab Saudi ini tentunya harus diikuti. Namun, penyampaian yang efektif kepada masyarakat juga perlu dilakukan,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Kemenag Hilman Latief pada Rapat Koordinasi dan Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Asrama Haji transit Yogyakarta, Minggu (17/4/2022).
Untuk itu, Hilman mengimbau Kanwil
Kemenag Provinsi untuk menyosialisasikan kebijakan
Arab Saudi ini secara efektif agar bisa dipahami oleh jamaah haji.
”Yogya ini memang istimewa, terkenal dengan tingkat harapan hidup yang tinggi, sehingga jumlah lansia juga tertinggi. Dengan adanya batasan usia lansia, mohon ini bisa dijadikan langkah langkah yang baik agar dapat meyakinkan masyarakat,” pesan dia.
Sehubungan kebijakan pembatasan lansia bagi jamaah haji tahun ini, Hilman berharap dukungan Komisi VIII DPR RI agar pada pelaksanaan haji 2023, keberangkatan
calon jamaah haji lansia dapat diprioritaskan.
Meski sudah diumumkan ada 1 juta
calon jamaah haji dari berbagai negara, Hilman masih menunggu kebijakan Saudi terkait kuota jemaah haji Indonesia.
Menurutnya,
Kemenag terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah
Arab Saudi untuk bisa segera mendapat kepastian kuota haji Indonesia.
”Informasi terkait perolehan kuota masih menunggu informasi resmi dari pemerintah
Arab Saudi. Hal ini pun sama terjadi dengan negara-negara pengirim haji lainnya tidak hanya di Indonesia saja,” kata dia.
”
Kemenag terus melakukan persiapan pelaksanaan haji dalam negeri. Saat ini sudah dalam proses input pasport untuk e-Hajj,” imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka mengingatkan pelaksanaan haji tahun ini masih di tengah pandemi
Covid-19.
Karenanya, masalah kesehatan jemaah harus benar-benar dikawal dan dimonitor secara penuh. Pemerintah juga perlu menyediakan vitamin bagi jemaah agar stamina mereka tetap terjaga selama pelaksanaan ibadah haji.
”Haji saat ini masih dalam masa pandemi. Kami meminta pemerintah mengawal dan memonitor penuh persiapan dan pelaksanaannya serta sediakan vitamin bagi jemaah agar tetap menjaga staminanya saat beribadah haji,” ucap Diah.
Hadir dalam rakor ini, Anggota Komisi VIII DPR RI, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Kakanwil
Kemenag Provinsi DIY, Kabid PHU Kanwil
Kemenag Provinsi DIY, dan perwakilan Dinkes DI Yogyakarta.
(len/rc)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: