Ada Gelas di Dalam Perut, Pria Ini Tidak Bisa Duduk dan Berdiri
Jumat 08-04-2022,03:30 WIB
Kondisi tersebut membuat ia tidak bisa beraktivitas normal. Ketika duduk, berdiri apalagi berjalan, ia akan merasa sakit yang luar biasa.
Pria 35 tahun ini telah mengeluh sakit sejak lima bulan lalu. Namun, tiga bulan belakangan kondisinya semakin parah dan memprihatinkan. Akhirnya, ia hanya bisa berbaring.
Kemudian,
Lasiadi dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis dengan biaya pemerintah.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan hingga uji laboratorium, hasilnya normal.
Lasiadi tidak mengalami penyakit apa pun.
Ketika melakukan foto rontgen, barulah penyebab sakit
Lasiadi diketahui. Ternyata, ada gelas kaca di dalam perut tepatnya di area punggungnya.
Tim dokter pun memutuskan untuk mengambil tindakan
operasi di RSD Balung Jember.
Awalnya, rencana pembedahan akan dilakukan dari depan atau
operasi besar, namun tindakan itu urung.
Pertimbangannya, benda menyerupai gelas itu posisinya lebih dekat dengan anus, sehingga
operasi diputuskan dari area rektum.
”Proses
operasi berlangsung antara satu hingga dua jam,” terang Humas RSD Balung Jember dr Doddy Sakti kepada wartawan, Rabu (6/4/2022).
Karena
operasi dilakukan lewat area belakang, maka anastesi yang diberikan juga regional. Yakni dari pinggul ke bawah. Sementara operasinya dilakukan dengan sayatan lubang rektal atau anus agar lebih besar.
”Begitu lebih besar dan tampak gelasnya, kemudian dokter menarik benda tersebut dari tubuh pasien,” jelasnya.
Dokter Doddy menjelaskan misteri bagaimana gelas kaca tersebut bisa masuk ke tubuh pasien.
Lasiadi didiagnosa menderita corpus alienum regio rectum. Gelas tersebut diduga masuk melalui dubur.
Menurut dia, kronologis gelas hingga masuk anus
Lasiadi perlu diselidiki. Sebab,
Lasiadi tidak mengatakan apa pun tentang kondisinya tersebut.
”
Lasiadi sebenarnya perlu diperiksa ke psikiater. Dan saat ini
Lasiadi masih menjalani perawatan jalan atas luka operasinya,” tuturnya.
Walau demikian, hingga kini masih belum diketahui bagaimana gelas itu bisa masuk ke dalam tubuh pasien. Apakah sengaja dimasukkan atau tidak. Entah oleh pasien sendiri atau orang lain.
Kini
Lasiadi sudah lega. Dia tidak lagi merasakan sakit karena gelas tersebut telah berhasil diangkat dokter.
(fin)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: