Menkeu: Langkah Ekstra Pemerintah Tekan Kemiskinan dan Pengangguran
Jumat 19-11-2021,20:00 WIB
Radartasik.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, dampak pandemi Covid-19 bukan hanya mengancam kesehatan masyarakat, tapi juga berpengaruh pada perekonomian rakyat. Meningkatnya angka pengangguran yang berujung pada naiknya angka kemiskinan nasional.
Namun, Sri Mulyani mengungkapkan, jika pemerintah tidak mengambil langkah tepat maka akan memperparah situasi, sehingga tingkat kemiskinan dan angka pengangguran bisa meledak lebih besar lagi.
“Kalau kita tidak melakukan langkah extraordinary mungkin lonjakannya jauh lebih besar,” kata Sri Mulyani dalam acara Kick Off Sosialisasi Undang-undang HPP, Jumat (19/11).
Saat ini, kata Sri Mulyani, Indonesia sedang dalam fase pemulihan karena perekonomian lambat laun berangsur membaik. Hal itu diiringi oleh penurunan tingkat kemiskinan dan angka pengangguran.
“Alhamdulillah sekarang juga sudah mulai menurun. Baik dari sisi tingkat pengangguran dan juga dari sisi kemiskinan,” ungkapnya.
Kementerian Keuangan sendiri juga mengambil langkah dalam berbagi beban atau burden sharing dengan Bank Indonesia (BI) karena ruang APBN tidak cukup banyak menopang penangan pandemi. Harapannya, pemulihan Indonesia terus berlanjut hingga 2022 mendatang.
“Tenaga kesehatan perlu dilindungi, rumah sakit perlu di-upgrade dan dibangun, obat-obatan perlu diadakan. Itu semuanya membutuhkan anggaran yang tadinya tidak ada di dalam APBN 2020 dan di 2021 memakan alokasi yang luar biasa besar,” ungkapnya.
Disisi lain, Sri Mulyani menambahkan, pemerintah dengan DPR juga terus bekerja sama dan mengkomunikasikan untuk memahami ancaman Covid-19. Tujuannya untuk menyelamatkan masyarakatnya dari ancaman virus Covid-19. (jpg)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: