Pola Asuh Anak Harus Diperbaiki
Rabu 17-11-2021,14:00 WIB
Reporter:
syindi|
Editor:
radartasik.com, SINGAPARNA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan peningkatan skill komisioner dan satgas KPAID dari 39 kecamatan bersama Universal Quantum di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Selasa (16/11/2021).
Penguatan kemampuan tersebut bertujuan agar angka kasus kekerasan atau permasalahan yang menimpa anak bisa ditekan oleh semua pihak atau stakeholder. Maka dari itu, dihadirkan pula elemen atau kelembagaan pendidikan keagamaan atau formal.
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto SIP mengatakan, kegiatan ini melibatkan stakeholder lain dari instansi atau lembaga pendidikan, seperti Himpaudi, IGRA, FKDT dan PGRI.
“Karena memang kekerasan itu rentan terhadap anak di usia 4-15 tahun. Maka kita mengajak semua pihak termasuk sekolah dan lembaga pendidikan ikut mencegah sejak dini terjadinya permasalahan terhadap anak,” ujarnya.
Menurut dia, harus diakui di era digital dan kemajuan teknologi serta medis sosial, kasus kejahatan yang dilakukan oleh anak bisa melebihi logika orang dewasa.
“Maka kita mengimbanginya melalui gerakan meningkatkan skill supaya lebih tanggap dan respons tentang bagaimana kenalkan dan perkembangan kekerasan di dunia digital atau era modern,” paparnya.
Dia mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap anak terjadi 92 persen karena kesalahan faktor pola asuh keluarga atau orang tua. Artinya pola asuh dan didik harus dikuatkan.
“Ini pekerjaan rumah semua pihak, bukan hanya keluarga, orang tua, semua guru, tokoh agama, masyarakat, aktivis perlindungan anak, pemerintah harus bersama-sama untuk menguatkan dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Supaya kabupaten menjadi layak anak,” ucap dia.
Kata dia, pihaknya mencatat jumlah kasus yang menimpa anak-anak, salah satunya LGBT itu ada sebanyak 48 laporan yang masuk. Ditelusuri melalui grup LGBT. Maka harus segera dicegah sebelum anak masuk usia 17 tahun.
“Karena akan sulit terdeteksi. Perkembangannya melalui grup dan ada komunitasnya. Langkah yang paling konkret dari keluarga, pemerintah dan sekolah harus bersama-sama menyelesaikan permasalahannya,” paparnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tasikmalaya Roni Ahmad Syahroni mengatakan, kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat bagi penguatan pengawasan dan pencegahan terhadap kasus kekerasan terhadap anak.
“Mudah-mudahan diperoleh berbagai hal kegiatan yang dilakukan oleh semua pihak dalam rangka menangani permasalahan anak di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Roni. (dik)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: