Cerita Santri Pesantren Al Azhar Kabur Selama 28 Hari

Cerita Santri Pesantren Al Azhar Kabur Selama 28 Hari

ZAINURI ISKANDAR, santri Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo Kecamatan Langensari Kota Banjar, yang kabur sejak 28 Oktober lalu, sudah ditemukan di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah.

Zainuri sudah dijemput pihak pesantren bersama orang tuanya pada Selasa (23/11/2021) malam. Kini remaja 14 tahun itu hidup bersama keluarganya di Desa Sukanagara Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.

Saat meninggalkan pesantren, Zainuri bersama Dika Aprianto, warga Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap dan Hasan Abdulah, warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.


Ketua Keamanan Pusat Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo Fadil ikut menjemput Zainuri ke daerah Maos. Fadil menceritakan kisah Zainuri sejak kabur hingga kembali ditemukan.

Fadil menjelaskan Zainuri bersama teman-temannya berniat kabur hanya selama tiga hari. Dari pesantren, mereka pergi ke daerah Sidareja Kabupaten Cilacap.


Dari sana, Zainuri dkk melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Untuk mencapai daerah istimewa itu, mereka menumpang dari mobil satu ke mobil lain yang menuju arah Yogya.

Sekitar satu hari mereka berada di daerah Sultan Hamengkubuono itu. Akhirnya, mereka kembali ke Sidareja dengan cara yang sama seperti saat berangkat ke Yogya.


Di Sidareja, Zainuri dkk sempat bertemu dengan santri yang akan kembali ke Ponpes Al Azhar Citangkolo. Zainuri dkk sempat diajak ikut kembali ke pondok pesantren.

”Namun karena merasa tanggung dan sudah ketahuan kabur dan lebih memilih tidak ikut kembali ke ponpes,” jelas Fadil.

Mereka bertiga kabur lagi ke wilayah Cilacap kota. Di sana lah bertemu dengan anak punk. Mereka diperalat anak punk untuk ngamen. Uang hasil ngamen harus disetorkan ke anak punk.

Ketiganya diperalat oleh anak punk kurang lebih 15 hari. Mereka berusaha kabur. Namun tidak berhasil. Mereka justru dipukuli oleh anak punk tersebut. ”Anak punknya sudah dewasa. Jadi, mereka pada takut,” tuturnya.

Di tengah ketakutan, mereka bertemu dengan Jarwo. ”Anak punk juga tapi baik. Dan, kasihan kepada mereka bertiga. Sehingga ditolong,” tuturnya.

Lanjut dia, Zainuri Cs dibawa Jarwo ke daerah Maos. Jarwo menitipkannya kepada Elin. Mereka dirawat Elin selama 10 hari.

Dika mengalami luka-luka cukup serius karena dipukuli anak punk selama diperalat menjadi pengamen.

”Kondisi Zainuri baik-baik saja dan sehat. Sedangkan Dika ketakutan (trauma) jika ketemu Taufik (anak punk) yang mukuli mereka,” ujar dia.


Elin, warga Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah yang mengasuh tiga santri Ponpes Al Azhar Citangkolo selama 10 hari. Foto: Istimewa

Saat akan dijemput pihak pesantren dan keluarga, Zainuri dkk kembali berencana kabur dari rumah Elin. Namun, Elin berhasil menahan Zainuri. Hanya saja, Dika Aprianto dan Hasan Abdulah berhasil melarikan diri.

Hingga saat ini, pengurus ponpes masih mencari Dika dan Hasan. Pihak ponpes berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar mereka ketika menemukan dua santri yang kabur tersebut segera menginformasikan ke pesantren. (Anto Sugiarto / Radartasik.com)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: