Soal Empat Santri Kabur dari Pondok, Mulai Ada Titik Terang. Begini Kisahnya...

Soal Empat Santri Kabur dari Pondok, Mulai Ada Titik Terang. Begini Kisahnya...

Radartasik.com, BANJAR — Kaburnya empat santri Pondok Al Azhar Citangkolo, kini mulai ada titik terang. Ketua Pondok (Tobong laki-laki) Ponpes Al Azhar Citangkolo Gus Ahmad Bananu Syafiq, sempat bertemu dan menanyai salah seorang santri yang kabur bernama Rifki.

Gus Ahmad Bananu Syafiq menyebutkan, Rifki kepada dirinya mengaku keluar pondok tanpa izin dan pergi bersama ketiga temannya, Zainur, Dika dan Hasan. Namun setelah meninggalkan pondok, beberapa hari berikutnya Rifki memutuskan kembali ke pondok karena kakinya terkilir hingga kesakitan. 

"Ya kemungkinan lewat gerbang belakang, dan kebetulan saat itu Kamis 28 Oktober tidak terkunci. Jadi mereka keluar lewat sana (gerbang belakang, Red)," ungkap dia kepada wartawan, Jumat (12/11/21) di ponpes. 

Masih dari kisah Rifki yang disampaikan kepada ketua pondok tobong laki-laki, malam sebelum meninggalkan pondok, Dika, Zainur dan Hasan sudah memiliki rencana untuk main ke rumah Rifki di Karangmalang. Kala itu waktu menunjukkan pukul 14.00. 

Namun rencana tersebut berubah, Rifki dan ketiga temannya menuju Dobo (kawasan bendungan) menumpangi mobil. Selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Terminal Bus Banjar dengan tujuan ke rumah Dika di Bantarsari Kabupaten Cilacap, Jateng. 

"Ternyata mereka sudah merencanakan hal itu dengan memakai celana (ditutupi) sarung. Lalu sarung dibuka dan diberikan di jalan," jelas dia.

Bus yang mereka tumpangi hanya sampai Sidareja dan waktu sudah masuk malam. “Karena rumah Dika masih cukup jauh, dan tidak ada kendaraan, terpaksa mereka jalan kaki,” kisah dia. 

Saat berjalan itulah, mereka berempat mengejar sebuah mobil pikap. Nahasnya, Rifki terjatuh ke parit dan keseleo. "Saat mereka berjalan, ada ibu-ibu sedang menyapu menanyakan tujuan mereka. Karena sudah malam, ditawari menginap tidur di rumah ibu itu," ujarnya. 

Ditambahkan Wakil Ketua Keamanan Pusat Pondok laki-laki Fakihul Anam, Fikri tidak bisa tidur dan mendengar percakapan ketiga temannya tersebut. Ketiga teman Rifki merencanakan pergi ke Curug Legi di wilayah Cilacap, dilanjutkan ke Tegal. 

"Pagi harinya Fikri diberi uang oleh mereka bertiga sebesar Rp15 ribu untuk pulang ke Banjar (ponpes)," katanya. 

Berbekal uang Rp 15 ribu, Fikri kembali ke pondok. "Ada orang yang mau mengantar Rikfi ke ponpes. Tapi kini Rifki sementara tinggal di rumah m'bahnya, karena kakinya masih sakit," imbuhnya.

Pihak pondok juga mengaku sudah melakukan upaya pencarian serta memberitahu pihak orang tua masing-masing santri. "Kita coba pasang foto santri di medsos, dan sempat katanya ada yang melihat ketiganya di Alun-alun Sidareja Senin (08/11/21) kemarin," katanya. 

Sesuai peraturan dan tata tertib pondok, santri yang kabur dikenakan sanksi sosial membersihkan pondok. Jika sudah lama seperti ini, kemungkinan pihak pengurus bahkan pimpinan pondok turun tangan. (anto sugiarto/radartasik.com)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: