Dinilai Gagal Merawat Aset

Dinilai Gagal Merawat Aset

radartasik.com, BANJAR — Kepala Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar Anjas Nurul Azhar menilai tidak terurusnya fasilitas umum berupa toilet di Taman Kota Lapang Bhakti Kota Banjar merupakan kegagalan pemerintah dalam merawar aset. Pihaknya menyayangkan atas kinerja Pemerintah Kota Banjar yang tidak bisa merawat aset dengan baik.


“Seharusnya ini menjadi perhatian khusus, karena tamkot sendiri merupakan wajah dari Kota Banjar. Fasilitas yang harusnya menjadi kebanggaan warga Banjar,” kata Anjas, Rabu (10/11/2021).

Dia pun mempertanyakan bagaimana ketika ada orang luar Kota Banjar yang singgah di taman kota dan melihat kondisi toilet serta banyak hewan berbahaya berkeliaran karna tidak diurusnya taman kota. “Secara tidak langsung sudah memberikan citra buruk terhadap Kota Banjar, yang tentunya kalau kita lihat dalam visi dan misi di antaranya, Banjar adalah kota asri dan bersih, baik lingkungannya dan bebas dari korupsi pemerintahannya,” katanya.

Sudah bukan lagi alasan pemerintah untuk beralibi tidak ada anggaran perawatan terhadap aset yang sudah dibuat dan bahkan digunakan. Pihaknya mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab pemerintah kota dalam mengurus fasilitas yang sudah ada. “Ketika beralibi tidak ada anggaran, mengapa aset tersebut dibuat kalau hanya untuk dibiarkan dan terbengkalai saja,” kata dia.

Kata dia, pemerintah kota harus tetap memiliki solusi agar aset tetap terjaga dengan baik. “Apalagi persoalan yang lebih besar dari itu. Malah saya bertanya-tanya, bagaimana kinerja untuk memajukan Kota Banjar dalam kondisi ini. Masalah toilet kok malah beralibi tidak ada anggaran, saya pikir itu bukan jiwa pemimpin ketika ada respon terhadap pertanyaan-pertanyaan di bawah,” katanya.

Anjas berharap pemerintah lebih tanggung jawab terhadap aset yang sudah dibuat dan jangan lari dari masalah-masalah dan pertanyaan-pertanyaan masyarakat. “Apalagi hanya persoalan toilet saja. Maka dari itu saya mengajak ke semua pihak untuk bersama-sama merawat kota Banjar dan bisa menjadikan kota idaman ini sebagai kota maju dan percontohan bagi kota-kota lainnya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar Hj Sri Sobariah mengatA­akan toilet di Lapang Bhakti sengaja ditutup. Penutupan dilakukan karena banyak laporan toilet sering digunakan hal-hal negatif.

“Sudah berapa kali ditutup karena sering digunakan yang tidak seharusnya oleh orang tidak bertangA­gung jawab. Itu berdasarkan laporan. Kemudian kami pertimbangankan untuk ditutup karena lebih banyak madaratnya,” kata Sri Sobariah di ruang kerjanya, Selasa (9/11/2021).

SeA­mentara itu, kata dia, tahun ini pihaknya tidak mendapatA­kan anggaran untuk peA­meliharaA­an fisik bangunan. Sehingga terA­paksa untuk perbaikan toilet ditunda hingga anggaran kembali normal. (cep)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: