RADARTASIK.COM - Sebanyak 4.330.417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru mulai menerima bantuan sosial pada triwulan ketiga 2026 setelah masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dilansir dari laman Infopublik.id, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers pemutakhiran data penerima bansos di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Menurut Saifullah, penambahan jutaan penerima tersebut merupakan hasil pemutakhiran dan konsolidasi data yang dilakukan secara berkelanjutan.
Proses tersebut berjalan sejak diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.
Penataan penerima mencakup sejumlah program utama pemerintah.
BACA JUGA:220 Becak Listrik Dibagikan untuk Pengayuh Lansia di Tasikmalaya, Ini Harapan Pemkot
Program tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Sembako, dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN.
Pemutakhiran dilakukan setelah DTSEN menggantikan DTKS dan Regsosek sebagai rujukan data sosial ekonomi.
Penerima Bansos Bertambah Setelah Data Dimutakhirkan
Pengelolaan data tunggal tersebut melibatkan BPS bersama Kementerian Sosial, Kemendes PDT, serta pemerintah daerah.
"Sejak itulah BPS diberi tugas oleh Bapak Presiden untuk menjadi pengelola data tunggal. Sementara kementerian, lembaga, dan pemda diwajibkan membantu pemutakhiran data untuk diverifikasi dan disetarakan sesuai ukuran BPS, kemudian disajikan dalam pemeringkatan relatif desil 1 sampai desil 10," ujarnya.
Jumlah penerima baru terus bertambah seiring proses pemutakhiran data.
BACA JUGA:Pemkab Tasikmalaya Dorong Perdagangan Daerah Lebih Tertib dan Berdaya Saing
Pada triwulan II 2025 tercatat sekitar 1,3 juta penerima baru, kemudian meningkat menjadi 1,6 juta pada triwulan III 2025.
Akumulasi penerima baru kini mencapai lebih dari 4,33 juta keluarga.
Sebagian besar penerima baru tersebut masuk desil 1 yang merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kemiskinan paling tinggi.