Jawa Barat Jadi Pilot Project Program Pengurangan Sampah Pangan hingga 2045
Jawa Barat menjadi percontohan program pengurangan sampah pangan dan penerapan ekonomi sirkular hingga 2045.-Jabarprov.go.id -
RADARTASIK.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menjadi percontohan program pengurangan susut dan sampah pangan melalui Rencana Aksi Daerah (RAD) Ekonomi Sirkular dan Program Food Loss and Waste Reduction (FLOWER) 2025-2045.
Dilansir dari laman jabarprov.go.id, program tersebut diluncurkan Pemprov Jawa Barat bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI) untuk menangani persoalan pangan dari produksi hingga konsumsi.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Teguh Sambodo mengatakan program ini mendorong masyarakat lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah pangan.
Pendekatan yang digunakan mencakup seluruh rantai pangan mulai dari produksi, distribusi, pengolahan hingga konsumsi.
Jawa Barat dipilih sebagai pilot project karena memiliki persoalan sekaligus potensi besar dalam pengelolaan susut dan sampah pangan.
BACA JUGA:Pemerintah Targetkan Tambahan 600 Ribu Sapi Perah hingga 2029 untuk Kejar Swasembada Susu
Studi Bappenas pada 2024 mencatat susut pangan menyumbang 47,79 persen dari FLW di Jawa Barat.
Khusus Bandung Raya, sisa pangan diperkirakan mencapai 1,5 juta ton setiap tahun.
Kawasan tersebut menjadi metropolitan terbesar ketiga di Indonesia dengan estimasi 9,3 juta penduduk pada 2025.
Jumlah tersebut turut dipengaruhi aktivitas wisatawan yang mencapai sekitar 7,7 juta orang pada 2023.
Secara nasional, FLW pada periode 2000-2019 diperkirakan berada di kisaran 1,44 hingga 31,8 persen dari total pangan yang diproduksi.
BACA JUGA:Haji Umroh Store Dibuka, UMKM Tasikmalaya Bisa Pasarkan Produk ke Jamaah
Jawa Barat Tambah Dua Sektor Prioritas
Program tersebut mengacu pada Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular (RAN-ES) 2025-2045 yang disusun Kementerian PPN/Bappenas.
RAN-ES mencakup lima sektor utama yakni pangan, konstruksi, elektronik, tekstil, serta retail dan kemasan plastik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: