RADARTASIK.COM - Pemerintah menilai keberhasilan implementasi biodiesel B50 dan pencapaian swasembada pangan menjadi hasil nyata dari percepatan kebijakan strategis yang dijalankan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pandangan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam kegiatan Leaders Briefing di Jakarta yang dilansir dari laman pertanian.go.id, sebagai forum penyamaan visi pembangunan nasional bagi para pemimpin dari berbagai sektor.
Sudaryono menjelaskan Presiden Prabowo mengedepankan pendekatan Best Fast Result (BFR) agar setiap program besar dapat dieksekusi cepat dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Presiden ingin segala sesuatunya Best Fast Result. Programnya besar, dikerjakan dengan cepat, dan memberikan dampak nyata. Potensi swasembada pangan harus diwujudkan menjadi kenyataan. Potensi swasembada energi juga harus diwujudkan menjadi kenyataan," ujar Wamentan Sudaryono.
Ia menilai penerapan B50 menjadi bukti kemampuan Indonesia memanfaatkan sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
BACA JUGA:Gerakan Indonesia Berkiblat 2026 Diikuti 725 Ribu Titik, Kemenag Catat Antusiasme Tinggi Masyarakat
Melalui kebijakan tersebut, kebutuhan biodiesel dipenuhi dari perpaduan minyak bumi dalam negeri dan minyak sawit hasil produksi petani Indonesia sehingga ketergantungan terhadap impor solar dapat ditekan.
"Dengan B50, Indonesia tidak lagi mengimpor bahan bakar diesel atau solar. Lima puluh persen berasal dari minyak bumi dalam negeri dan lima puluh persen berasal dari minyak sawit yang dihasilkan petani Indonesia. Ini menunjukkan bahwa negara agraris seperti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam dan kerja keras petaninya untuk mencapai swasembada energi," kata Wamentan Sudaryono.
Ketahanan Energi dan Pangan Jadi Fokus Pembangunan
Sudaryono mengatakan pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting karena Indonesia sempat mengalami kesulitan memperoleh pasokan beras dari luar negeri.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong pemerintah mempercepat upaya mencapai swasembada pangan sebelum melangkah lebih jauh membangun swasembada energi.
"Saat pandemi kita merasakan sulitnya memperoleh beras dari negara lain. Dari pengalaman itulah kita bekerja keras hingga akhirnya Indonesia mencapai swasembada pangan. Sekarang kita melangkah lebih jauh dengan memperkuat swasembada energi," ujarnya.
BACA JUGA:Kemensos Bergerak Tangani Anak Sayuti Melik, Heru Baskoro Kini Dapat Perawatan dan Pendampingan
Ia menambahkan pendekatan Best Fast Result diterapkan agar setiap kebijakan strategis dapat menghasilkan manfaat nyata tanpa harus menunggu terlalu lama.
"Kalau programnya besar tetapi terlalu lama dikerjakan, manfaatnya juga terlambat dirasakan. Karena itu Presiden selalu mendorong agar setiap kebijakan dieksekusi cepat dengan hasil terbaik sehingga manfaatnya segera diterima masyarakat," jelasnya.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan penguatan ketahanan energi menjadi kebutuhan mendesak di tengah gejolak geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.