Puasa Ramadhan untuk Imun Kuat: Dari Peradangan hingga Autofagi, Begini Kata Pakar Kesehatan

Sabtu 28-02-2026,06:00 WIB
Reporter : Denden Rusyadi
Editor : Denden Rusyadi

Hal penting lain yang jarang disadari adalah hubungan puasa dan mikrobioma usus yang sangat erat dengan sistem kekebalan.

Sekitar 70 persen sel imun berada di saluran pencernaan sehingga keseimbangan bakteri baik sangat menentukan daya tahan tubuh.

Puasa membantu menciptakan lingkungan usus yang lebih stabil dan mendukung pertumbuhan mikroorganisme menguntungkan.

Adaptasi ini bahkan memicu aktivasi gen tertentu yang memperkuat sistem imun secara alami.

Di sisi lain, pengaruh puasa Ramadhan pada stres oksidatif terlihat dari menurunnya radikal bebas dalam tubuh.

Produksi antioksidan alami meningkat sehingga sel-sel tubuh lebih terlindungi dari kerusakan. 

BACA JUGA:Puasa Ramadhan Nyaman Tanpa Bau Mulut! Panduan Praktis Biar Napas Tetap Segar Seharian

Tidak kalah penting, puasa mengaktifkan proses autofagi dan peningkatan daya tahan melalui mekanisme daur ulang sel yang rusak.

Autofagi membantu membersihkan komponen sel yang sudah tidak optimal sekaligus menargetkan mikroorganisme berbahaya.

Proses ini membuat tubuh lebih efisien dalam memperbarui diri dan mempertahankan kesehatan jangka panjang.

Dengan dukungan pola makan yang tepat, manfaat puasa Ramadhan menjadi lebih maksimal dan berkelanjutan.

Puasa bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga strategi biologis yang memperkuat sistem imun secara menyeluruh.

Inilah alasan mengapa Ramadhan dapat menjadi momentum memperbaiki kesehatan dari dalam secara alami dan terukur.

Kategori :