Tubuh yang tidak terus-menerus menerima asupan makanan memiliki waktu untuk memperbaiki sistem internalnya secara bertahap.
Efisiensi metabolisme yang meningkat membantu tubuh menggunakan energi dengan lebih hemat dan terarah.
Tak heran jika banyak orang merasakan tubuh lebih bugar, pikiran lebih fokus, dan pola tidur lebih teratur selama bulan Ramadhan.
Dengan pola sahur dan berbuka yang seimbang, proses adaptasi ini dapat berlangsung optimal tanpa mengganggu aktivitas harian.
Pada akhirnya, puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan strategi alami yang membantu tubuh melakukan detoksifikasi, pembaruan sel, dan penataan ulang sistem energi secara menyeluruh.