RADARTASIK.COM - Banyak orang mengira puasa hanya soal menahan lapar, padahal di balik itu ada proses metabolisme saat puasa Ramadhan yang bekerja diam-diam mengatur ulang cara tubuh memproduksi dan menggunakan energi.
Ketika asupan makanan berhenti sejak sahur, tubuh tidak langsung melemah, tetapi justru mulai menata ulang sumber energi agar tetap bisa beraktivitas sepanjang hari.
Dalam 8 hingga 12 jam pertama, cadangan glukosa yang tersimpan di hati dan otot digunakan sebagai bahan bakar utama untuk menjaga fungsi organ tetap optimal.
Setelah cadangan gula mulai menipis, tubuh beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi alternatif yang lebih stabil dan bertahan lama.
Peralihan ini membuat tubuh memasuki fase adaptasi alami yang sering kali tidak disadari, tetapi berdampak besar pada komposisi tubuh.
Di titik inilah pembakaran lemak selama puasa ramadhan berlangsung lebih efektif dibandingkan hari-hari biasa ketika pola makan tidak terkontrol.
BACA JUGA:Ramadhan Makin Dekat! Simak Manfaat Puasa yang Bahi Kesehatan Tubuh
Menariknya, tubuh tidak hanya fokus pada energi, tetapi juga mulai menjalankan mekanisme perbaikan sel tubuh yang sebelumnya jarang terjadi saat pola makan berlebihan.
Sel-sel yang sudah rusak atau tidak berfungsi dengan baik akan diproses ulang melalui sistem alami yang membantu menjaga kualitas jaringan tubuh.
Proses ini mendukung regenerasi sehingga tubuh terasa lebih ringan dan segar setelah menjalani puasa secara konsisten selama beberapa pekan.
Selain itu, kadar insulin dalam darah cenderung menurun sehingga membantu menciptakan stabilisasi gula darah alami yang lebih seimbang.
Kondisi gula darah yang stabil berperan penting dalam menjaga suasana hati, fokus, dan energi tetap terjaga sepanjang hari.
Inilah salah satu manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan tubuh yang sering kali baru terasa setelah dijalani secara disiplin dan teratur.
BACA JUGA:Puasa Ramadhan Nyaman Tanpa Bau Mulut! Panduan Praktis Biar Napas Tetap Segar Seharian
Dari sudut pandang kesehatan modern, puasa bisa dipahami sebagai momen istirahat metabolik yang memberi kesempatan organ pencernaan bekerja lebih efisien.