Gerombolan Monyet Liar Serbu Desa Kutawaringin, Warga Salawu Tasikmalaya Resah

Rabu 12-11-2025,10:00 WIB
Reporter : Ujang Nandar
Editor : Rezza Rizaldi

Ia mengatakan, masalah tersebut sudah ada bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa.

“Sebelum saya menjabat di tahun 2020, warga sudah sering mengeluhkan soal monyet ini. Saat kampanye pilkades pun, banyak yang meminta agar persoalan itu bisa ditangani,” ujar Syarif saat ditemui di kantornya.

Setelah menjabat, Syarif mengaku sudah beberapa kali melayangkan surat permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk menanggulangi gangguan satwa liar itu. 

Namun hingga kini, belum ada langkah konkret yang dilakukan.

BACA JUGA:Bupati Cecep Resmikan Aplikasi SIAP, Dorong Digitalisasi Penganggaran di Kabupaten Tasikmalaya

“Sudah tiga kali lebih kami kirim surat, tapi sejauh ini baru sebatas pemantauan, belum ada tindakan nyata,” jelasnya.

Syarif menyebut, situasi kini semakin parah. 

Jika dulu monyet hanya merusak tanaman di sekitar lereng Gunung Tawilis, kini mereka sudah mulai masuk ke tengah permukiman.

“Dulu cuma sampai kebun di pinggir hutan, sekarang sudah ke kampung. Padahal jarak Gunung Tawilis ke permukiman sekitar empat kilometer. Bahkan pernah, saat saya di kantor desa, datang tiga ekor monyet, dua induk dan satu anaknya. Saya sampai bercanda, saya kira mereka mau bikin KTP,” ucapnya sambil tertawa.

BACA JUGA:Rapimpurda KNPI Tasikmalaya Dimulai, Siapkan Agenda dan Regenerasi Menuju Musda

Ia berharap instansi terkait, terutama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Pemkab Tasikmalaya, segera mengambil langkah konkret sebelum gangguan semakin meluas.

“Kalau dibiarkan, bukan cuma kebun yang rusak, tapi juga bisa mengganggu aktivitas warga dan pelayanan di kantor desa,” pungkas Syarif.

Kategori :