Tim asuhan milomir seslija belum mampu keluar dari tren buruk sejak awal musim.
Lini belakang sering kehilangan fokus, membuat mereka mudah kebobolan di menit akhir pertandingan.
Persis juga kehilangan ketajaman di lini depan, dengan minimnya kontribusi gol dari penyerang utamanya.
Manajemen klub dikabarkan mulai mengevaluasi performa tim untuk menghadapi pekan-pekan berikutnya.
Suporter laskar sambernyawa pun mendesak perubahan cepat agar tim segera bangkit dari tekanan.
Psbs Biak Dan Semen Padang Terjepit Di Dasar
Psbs biak juga masih terjebak di zona degradasi dengan performa yang belum stabil.
Sebagai tim promosi, psbs belum mampu menyesuaikan diri sepenuhnya dengan intensitas liga 1.
Meski sempat mencuri satu kemenangan kandang, mereka masih kesulitan meraih hasil positif di laga tandang.
Kekompakan tim menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih dan staf teknis.
Sementara itu, semen padang mengalami nasib serupa setelah gagal mencetak kemenangan di tiga laga terakhir.
Kedua tim ini kini berjuang keras agar tidak tertinggal jauh dari zona aman klasemen.
Jika tidak segera memperbaiki efisiensi permainan, peluang bertahan di kasta tertinggi akan makin berat.
Persaingan di klasemen liga 1 musim ini menunjukkan bahwa konsistensi adalah segalanya.
BACA JUGA:Klasemen Sementara Super League 2025/2026: Persija Perkasa, Persib Masih Tertahan
BACA JUGA:Update Klasemen Persib dan Persija Setelah Bermain Imbang 2-2 pada Pekan 23 Liga 1 2024-2025
Satu kemenangan bisa mengangkat tim ke papan tengah, tapi satu kekalahan bisa menjatuhkan mereka ke jurang degradasi.