Prompt yang menstimulasi percakapan tentang perasaan, tanggung jawab, dan empati kini bisa menjadi bagian dari rutinitas keluarga.
Teknologi keluarga menghadirkan alat, tapi manusialah yang memberi arah.
BACA JUGA:Dari Harmonisasi Ortu dan Sekolah, SDN 2 Pengadilan Jaring Siswa Kreatif dan Berprestasi
BACA JUGA:Jaga Keharmonisan dalam Persaudaraan, Ulama dan Tokoh Kota Tasikmalaya Bersilaturahmi di Mangkubumi
Dengan pola asuh digital yang bijak, orang tua dapat menanamkan nilai kemanusiaan justru lewat teknologi.
Mungkin inilah bentuk kasih sayang baru: memahami anak lewat data, tapi mencintainya dengan jiwa.