Stop Impor Solar 2026! Pemerintah Gunakan Biodiesel B50

Minggu 12-10-2025,11:31 WIB
Reporter : Ruslan
Editor : Ruslan

Secara teknis, program B50 dirancang untuk menutup sisa impor solar yang masih terjadi di bawah kebijakan B40 saat ini.

Pada tahun 2025, impor solar diperkirakan masih sekitar 4,9 juta kiloliter atau 10,58% dari total kebutuhan nasional.

Melalui B50, porsi bahan bakar nabati atau FAME akan meningkat secara signifikan.

Dampaknya, seluruh volume impor dapat digantikan dengan pasokan dalam negeri.

Bahlil menyebut keputusan ini sebagai langkah strategis pemerintah untuk menegakkan kedaulatan energi nasional.

BACA JUGA: K-Popers Wajib Coba! Edit Foto Jadi Idol K-Pop dengan Prompt AI

BACA JUGA: 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis yang Mudah Digunakan Hari Ini

Dia menekankan pentingnya memanfaatkan potensi sawit dalam negeri agar ekonomi petani semakin kuat.

Menurutnya, ketergantungan pada impor membuat negara rentan terhadap fluktuasi harga global.

Dengan B50, Indonesia tidak hanya menghemat devisa namun juga membangun kemandirian energi yang sejati.

Untuk mencapai target 2026, peningkatan kapasitas produksi FAME menjadi keharusan.

Pemerintah menargetkan pasokan FAME naik dari 15,6 juta kiloliter pada 2025 menjadi 20,1 juta kiloliter pada 2026.

Kenaikan kapasitas ini tidak hanya penting untuk sektor energi namun membuka peluang besar di bidang ketenagakerjaan.

Diperkirakan, kebijakan ini akan menyerap hingga 2,5 juta pekerja di perkebunan dan 19 ribu tenaga di pabrik pengolahan.

Selain itu, pengembangan B50 akan memperkuat rantai industri sawit nasional.

BACA JUGA: Prompt AI Art Generator Ciptakan Wallpaper yang Super Realistis

Kategori :