Diky Chandra Ingin Hidupkan Lagi Kejayaan Bulutangkis di Kota Tasikmalaya

Rabu 08-10-2025,20:00 WIB
Reporter : Rezza Rizaldi
Editor : Rezza Rizaldi

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Sorak riuh terdengar dari Yulia Badminton Hall Kota Tasikmalaya, Senin malam 6 Oktober 2025. 

Puluhan pebulu tangkis muda saling beradu teknik di lapangan, menandai dimulainya Blessing Badminton Championships yang dibuka langsung Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra.

Bagi Diky Chandra, ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi simbol semangat baru untuk menghidupkan kembali kejayaan bulutangkis di Kota Tasikmalaya, kota yang pernah melahirkan legenda dunia, Susi Susanti, dan atlet nasional Lidya Djaelawijaya.

“Tasikmalaya ini punya sejarah panjang di dunia bulutangkis. Saya yakin, semangat dan prestasi itu bisa kita bangkitkan lagi,” ujar Diky Chandra penuh keyakinan.

BACA JUGA:Dua ASN Kota Tasikmalaya Masuk Tahap Visitasi Lapangan PNS Berprestasi Jawa Barat

Tahun ini menjadi kali kedua turnamen tersebut digelar. 

Antusiasme peserta meningkat tajam dibanding penyelenggaraan sebelumnya. 

Bagi Diky Chandra, hal itu pertanda bahwa minat masyarakat terhadap olahraga tepok bulu masih tinggi.

“Pesertanya semakin banyak, suasananya meriah. Ini bukti bulutangkis Tasikmalaya belum padam. Justru sedang tumbuh lagi,” katanya tersenyum.

BACA JUGA:Kisah Inspiratif Top 20 Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, Latar Belakang & Perjuangan Penuh Haru di Balik Bisnis

Diky Chandra berharap kegiatan seperti Blessing Badminton Championships bisa menjadi ruang pembinaan bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakatnya. 

Ia percaya, bibit unggul akan lahir jika diberi kesempatan dan lingkungan yang mendukung.

“Bukan hanya mencari juara, tapi membangun karakter. Dari sportivitas dan kebersamaan, lahir semangat berprestasi,” ucapnya.

Lebih dari itu, Diky Chandra menilai kegiatan olahraga juga punya nilai sosial yang kuat. 

BACA JUGA:Menanti Surat Sakti dari BKN! Finalisasi Pengisian Kepala OPD Kosong di Kota Tasikmalaya Masuk Zona Tunggu

Kategori :