MAKASSAR, RADARTASIK.COM – Layanan operasi jantung terbuka di Indonesia semakin merata dan meluas.
Dalam keterangannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan saat ia mulai menjabat, layanan ini hanya tersedia di sembilan provinsi.
Kini, rumah sakit di 27 provinsi sudah mampu melakukan tindakan medis berupa bedah jantung terbuka.
Budi menegaskan targetnya pada 2026, seluruh provinsi di Indonesia diharapkan sudah mampu memberikan layanan operasi jantung terbuka.
BACA JUGA: Menag Akan Kembangkan Pesantren Berstandar Cambridge di Tangerang, Apa Kurikulum Cambridge?
BACA JUGA: GM FKPPI Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Dukung Pemerintah dan Jaga Kondusivitas
Dia optimistis akhir tahun depan, semua 34 provinsi sudah memiliki kemampuan tersebut.
Tiga prosedur pokok perlu dikuasai rumah sakit rujukan untuk menangani pasien jantung.
Pertama, perbaikan atau penggantian katup. Kedua, operasi bypass atau CABG. Ketiga, pembedahan pediatrik.
Dengan pemerataan layanan ini, pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan tindakan penyelamatan jiwa.
BACA JUGA: Dua Pilihan Bagi Pemegang Tiket Persib vs Borneo dan PSM vs Persebaya
Menkes juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga medis agar mampu menangani prosedur lebih rumit.
Dia berharap rumah sakit ke depan bisa melakukan operasi Tetralogy of Fallot hingga prosedur kompleks seperti Norwood maupun Fontan.
Direktur Utama RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Prof dr Syafri Kamsul Arif menyambut baik program ini.