Embun dapat terjadi ketika suhu luar lebih tinggi sementara kabin terasa dingin. Atur AC agar tidak terlalu dingin. Gunakan wiper pada kecepatan rendah untuk menyeka embun di kaca depan.
BACA JUGA: Dukung SE Gubernur Jabar, Pemkot Tasikmalaya Tegas Larang Penggunaan dan Penjualan Knalpot Bising
BACA JUGA: Pemkot Tasikmalaya Musnahkan 3.207 Botol Miras, Viman Tegaskan Komitmen Menuju Kota Zero Minol
5. Buka jendela sebentar
Cara paling cepat adalah membuka jendela. Biarkan udara luar masuk agar suhu kabin seimbang. Setelah embun hilang, tutup kembali agar kenyamanan tetap terjaga.
Risiko Berkendara dengan Kaca Berkabut
Mengemudi dengan kaca berembun sangat berisiko. Jarak pandang pengemudi berkurang drastis. Akibatnya, sulit melihat kendaraan lain, marka jalan, atau rambu lalu lintas.
Dalam kondisi hujan deras atau malam hari, bahaya semakin besar. Pandangan yang sudah terbatas makin terganggu oleh embun.
Respon pengemudi saat menghadapi situasi darurat menjadi lebih lambat sehingga risiko kecelakaan meningkat.
Risiko ini bukan hanya untuk pengemudi, tapi juga penumpang dan pengguna jalan lain. Karena itu, menjaga kaca tetap jernih adalah bagian penting dari keselamatan berkendara.