Selain itu, sektor ini berpotensi menyerap hingga 13,8 juta tenaga kerja setiap tahun.
BACA JUGA: Duet Jordi Amat - Rizky Ridho, Tembok Baru Pertahanan Persija Jakarta?
Untuk mengakomodasi dua terobosan tersebut, pemerintah menambah plafon KUR sebesar Rp117 triliun di tahun 2025.
Penambahan ini disertai peningkatan anggaran subsidi bunga sebesar Rp1,2 triliun.
Prestasi lain yang patut diapresiasi adalah pencapaian inklusi keuangan. Lebih dari satu juta pelaku usaha mengakses KUR untuk pertama kalinya.
Selain itu, setengah juta pelaku UMKM berhasil naik kelas atau graduasi.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah juga menunjukkan hasil nyata.
Kini sebanyak 1,27 juta berhasil dikonversi menjadi debitur aktif dari 1,87 juta data calon debitur yang diunggah pemda.
Tercatat, daerah yang memiliki konversi tertinggi adalah Maluku Utara, Yogyakarta dan Sulawesi Selatan.
Program Kredit Alsintan pun menunjukkan kemajuan. Sebanyak 15 bank telah siap menyalurkan dana untuk mendukung mekanisasi pertanian.
BACA JUGA: Harga Paket Bobotoh Goes to Thailand Berikut Jadwal dan Agenda Perjalanan Selama Bersama Persib
Di sisi lain, Kredit Industri Padat Karya (KIPK) sedang dalam tahap penyelesaian regulasi.
Untuk menjaga tren positif ini, pemerintah telah menyiapkan subsidi bunga KUR sebesar Rp38,28 triliun pada 2025.
Melihat kinerja semester pertama yang sangat baik, penyaluran KUR hingga akhir tahun diprediksi akan melampaui target.
Program-program pembiayaan seperti KUR, Alsintan, dan KIPK bukan hanya soal dana. Lebih dari itu, program ini memberi harapan. Memberi alat, bukan hanya bantuan sesaat.
Dengan inovasi berkelanjutan dan dukungan semua pihak, KUR akan terus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat menuju Indonesia Emas 2045.