KUR 2025 Tunjukkan Kinerja Cemerlang, Pemerintah Tambah Plafon dan Subsidi Bunga

Sabtu 12-07-2025,16:37 WIB
Reporter : Ruslan
Editor : Ruslan

Pemerintah menilai bahwa sebagian besar tanaman tebu milik rakyat sudah menua.

Tanpa remajakan cepat, target swasembada akan sulit dicapai.

Petani tebu rakyat kini mendapat kemudahan akses KUR, meskipun pernah menerima kredit komersial.

Relaksasi ini menunjukkan urgensi dan prioritas tinggi pada sektor pertanian.

Selain itu, off-taker yang bermitra dengan petani diberi kewenangan untuk memvalidasi kelompok tani binaan.

Langkah ini mempercepat pencairan dana KUR. Khusus bagi kelompok usaha tersebut.

Bahkan, debitur binaan off-taker yang berperan sebagai penjamin dapat dibebaskan dari agunan tambahan. Agunan cukup berupa usaha yang dibiayai.

Terobosan kedua adalah skema pembiayaan untuk sektor perumahan.

BACA JUGA: TMC Eternal Home Hadir di Kota Tasikmalaya, Wujud Toleransi dalam Pelayanan Akhir

Skema ini mendukung program Tiga Juta Rumah yang tengah digalakkan pemerintah.

Pendekatan dilakukan dari dua sisi. Dari sisi pasokan, UMKM seperti developer, kontraktor, hingga penjual bahan bangunan bisa mengakses kredit hingga Rp 5 miliar.

Suku bunga dibuat ringan berkat subsidi 5% dari pemerintah.

Sementara dari sisi permintaan, pelaku UMKM yang ingin membeli, membangun atau merenovasi rumah bisa mengakses pinjaman hingga Rp 500 juta.

Bunga pinjaman dibuat berjenjang antara 6% hingga 9% per tahun, dengan tenor maksimal 5 tahun.

Menko Airlangga menyebut sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar bagi perekonomian.

Setiap rupiah yang disalurkan ke sektor ini mampu menciptakan output ekonomi Rp1,74.

Kategori :