Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting dalam membentuk budaya literasi keuangan di lingkungan kampus.
“Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk membangun kesadaran keuangan di kalangan mahasiswa. Kolaborasi dengan OJK sangat kami dukung, baik melalui seminar, pelatihan, riset bersama, maupun integrasi literasi keuangan dalam kurikulum,” tuturnya.
Nundang juga menegaskan bahwa kecakapan finansial merupakan bagian penting dari life skills mahasiswa, terlebih di era digital yang penuh tantangan dan peluang.
“Literasi keuangan bukan sekadar mengelola uang, tapi juga mencakup pemahaman hak dan kewajiban dalam sistem keuangan serta kemampuan mengambil keputusan yang bijak,” jelasnya.