Lapangan Panas, Kritik Makin Membara: Mahasiswa Sidang Terbuka Pejabat Pemkot Tasikmalaya

Sabtu 03-05-2025,11:08 WIB
Reporter : Rezza Rizaldi
Editor : Ruslan

Pernyataan itu disambut riuh tepuk tangan dan yel-yel dari rekan-rekannya.

Sementara itu, para pejabat menunjukkan berbagai respons. Beberapa mendengarkan serius, menjawab dengan tenang dan panjang lebar. 

Namun ada pula yang tak bisa menyembunyikan kejenuhannya—mengusap wajah berkeringat, memetik rumput, atau mengecek ponsel di tengah forum. 

Kontras yang mencolok, menggambarkan beragam wajah birokrasi dalam menghadapi tekanan publik.

BACA JUGA:AJI Nilai Penetapan Direktur Pemberitaan JAK TV sebagai Tersangka Ancam Kebebasan Pers

Wali Kota Viman pun akhirnya angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa evaluasi terhadap para pejabat sudah berjalan sesuai sistem. Soal rotasi-mutasi? 

“Target kami Mei-Juni. Evaluasi itu berjalan karena sistem mendukungnya. Kami tahu harapan masyarakat adalah birokrat yang kompeten dan bersih,” katanya.

Wakilnya, Diky Chandra, ikut turun tangan. Ia tidak hanya menjawab, tapi juga mencoba menenangkan suasana. Beberapa mahasiswa tampak emosional ketika menyampaikan tuntutan.

 “Tenang, tenang... bicara jangan sambil emosi. Kami dengar semua,” ucapnya menenangkan.

BACA JUGA:PMII UNIK Cipasung Tasikmalaya Siapkan Kader Militan Lewat PKD VI

Diky pun menambahkan bahwa banyak program kerja mereka baru akan terealisasi pada tahun 2026. Sebab, anggaran dan perencanaan tahun 2025 telah dibuat sebelum mereka menjabat. 

“Program kami bertahap. Kami punya roadmap. Tapi butuh waktu untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Audiensi berlangsung selama lebih dari tiga jam, sejak pukul 13.00 hingga sore hari. 

Di penghujung forum, mahasiswa menyerahkan dokumen berisi tuntutan mereka dalam map tertutup kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

BACA JUGA:BPOM dan Dinkes Selidiki Penyebab Keracunan Massal Ratusan Siswa di Rajapolah Tasikmalaya, Hasilnya?

Lapangan itu akhirnya kembali sepi menjelang petang. 

Kategori :

Terpopuler