Namun, motor keluaran terbaru seperti Yamaha dan Honda kini sudah menggunakan teknologi yang lebih canggih.
Yamaha, misalnya, menerapkan diasil silinder (Die-Cast Aluminum Silicon), yang memungkinkan pelepasan panas lebih cepat dan mengurangi gesekan antar komponen.
Sementara itu, Honda masih mengandalkan teknologi offset crankshaft, yang juga berfungsi untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.
BACA JUGA: DPRD Apresiasi Kepolisian dalam Menindak Geng Motor di Kota Tasikmalaya
Dua teknologi ini membuat mesin lebih awet dan minim hambatan sejak pertama kali digunakan.
Oleh karena itu, bagi sebagian orang, inreyen motor baru dianggap tidak lagi relevan.
Mengapa Inreyen Masih Direkomendasikan?
Meskipun motor modern sudah melewati tahap uji coba di pabrik, beberapa pabrikan tetap menyarankan pengguna untuk melakukan cara inreyen motor yang benar.
Ada beberapa alasan mengapa inreyen tetap penting, seperti:
1. Membersihkan residu produksi
Beberapa motor baru masih memiliki sisa serpihan logam kecil dari proses manufaktur. Inreyen dapat membantu membersihkan sisa-sisa ini agar tidak mengganggu kinerja mesin.
2. Mengoptimalkan pelumasan mesin
Oli yang digunakan saat produksi sering kali berbeda dengan oli mesin yang seharusnya digunakan dalam jangka panjang.
Melakukan cara merawat motor baru yang tepat, termasuk mengganti oli setelah masa inreyen, bisa meningkatkan umur mesin.
3. Mencegah keausan dini